A. Mengenal Bell Hooks
Terlahir dengan nama Gloria Jean Watkins (25 September 1952), meninggal 15 Desember 2021, yang lebih dikenal dengan nama Bell Hooks,(Dinitia Smith September 28, 2006).
Bell Hooks, adalah penulis, profesor, feminis, dan aktivis sosial Amerika Serikat.
Nama “bell hooks” berasal dari nama nenek buyutnya, Bell Blair Hooks.( hooks, bell, “Inspired Eccentricity: Sarah and Gus Oldham” in Sharon Sloan Fiffer and Steve Fiffer (eds), 1996, p. 152.).
Salah satu Karyanya yang terkait dengan materi kuliah, Sosiologi Pendidikan yang dia bahas dalam karya bukunya yang berjudul “Teaching to Transgress: Ruang Kelas dan Pendidikan”.
Nath pribady memulai utasnya dengan bentuk fenomena
Belajar membosankan? Sekolah seperti penjara?
Solusi dan jawaban pertanyaan tersebut, akan diulas dari Seorang pedagog, aktivis, dan profesor bernama Bell Hooks. yang bernama asli Gloria Jean Watkins, merupakan seorang feminis yang mendedikasikan hidupnya untuk menulis, mengajar, dan memperjuangkan kesetaraan.
Sebagai seorang wanita berkulit hitam yang tinggal di Amerika Serikat, ia mengalami banyak hal yang baik dan buruk.
B. REVIEW BUKU TEACHING TO TRANSGRESS
Buku ini Terbit tahun 1994, jumlah halaman 209.Gloria Watkins. Publish in great Britain by Routeledge.
Dalam salah satu buku fenomenalnya berjudul Teaching to Transgress.
Bell Hooks menceritakan kehidupan dia saat sekolah yang menyenangkan, dimana guru beliau sangat membuat hooks kecil berdaya.
Tetapi, pengalaman itu berubah ketika ia berkuliah di Stanford.
Kelas yang tadinya menyenangkan, berubah menjadi menyeramkan.
Fakta di kampus, Profesor yang mengajarnya tidak senang mengajar dan mahasiswa diharapkan untuk taat pada otoritas guru, alih-alih mendemonstrasikan kekritisan berpikir.
Bell hooks di kelasnya dianggap sebagai sebuah ancaman terhadap otoritas.
Ketika ada sesuatu diluar hal yang biasa terjadi (seperti ketidaksetujuan) dan dilakukan oleh mahasiswa kulit berwarna, itu dipandang sebagai suatu pembangkangan.
Hal ini membuat Bell Hooks kecewa dengan pendidikan. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan karya-karya dari seorang edukator Brazil bernama Paulo Freire yang membahas tentang pedagogi kritis.
Sebuah pendekatan anti-otoriter dan interaktif yang bertujuan untuk meneliti isu-isu kekuasaan relasional untuk mahasiswa dan pekerja.
Pusat kurikulum menggunakan tujuan fundamental berdasarkan kritik sosial dan politik pada kehidupan sehari-hari.
Pedagogi kritis adalah teori dan metode pengajaran yang memandang kelas sebagai ruang politik dan mendorong siswa untuk menantang sistem kekuasaan dan penindasan.
Freire memberi Bell Hooks sebuah blueprint tentang seperti apa pendidikan sebagai tindakan pembebasan.
Keyakinannya bahwa pendidikan harus tentang pembongkaran sistem penindasan selaras dengan keyakinannya dalam kajiannya pedagogi feminis dan pedagogi sebagai tempat kebebasan.
Bell Hooks percaya bahwa ruang kelas harus menjadi tempat yang exciting.
Bell Hooks mencatat bahwa excitement dalam pendidikan tingkat tinggi sering dipandang sebagai gangguan.
Menjadi excited berarti melanggar, atau bertindak di luar batas-batas apa yang dianggap dapat diterima dalam model pendidikan tradisional.
Bell Hooks berpendapat bahwa excitement dapat hidup berdampingan dengan pemikiran kritis dan pengejaran intelektual.
Dalam bukunya Bell Hooks memaparkan dalam bab pertama bukunya dengan argumentasi bahwa pendidikan harus menjadi praktik kebebasan, atau kesempatan bagi siswa untuk membawa pikiran, tubuh, dan jiwa mereka ke dalam kelas dan mengambil tindakan melawan sistem kekuasaan dan penindasan.
Terdapat dua orang yang mempengaruhi pemikiran Bell Hooks dan sering ia sebut dalam bukunya yakni :
1). Paulo Freire
2). Thich Nhat Hanh
Paulo Freire dikenal akan bukunya, Pedagogy of the Opressed, yang mengkritik keras banking model of education.
Yaitu tentang Sistem pendidikan perbankan ini adalah metafora yang menggambarkan model pendidikan tradisional di mana siswa adalah pembelajar pasif yang hanya menerima, menghafal, dan mengulangi pengetahuan yang disimpan oleh guru ke dalam “BANK” mental siswa.
Paulo Freire menanamkan filosofi bahwa semua siswa adalah peserta aktif dalam mengejar pengetahuan.
Ia percaya bahwa pendidikan hanya bisa membebaskan jika guru mengizinkan setiap orang utk memiliki suara mereka sendiri dan menciptakan komunitas pengetahuan bersama (shared knowledge).
Selanjutnya Bell Hooks juga membahas Thich Nhat Hanh yang filsafatnya kental dengan engaged Buddhism.
Penjelasannya bahwa
Thich Nhat Hanh percaya pada pendidikan holistik yang menggabungkan pikiran, tubuh, dan jiwa siswa dan guru.
Dia mengajar Bell Hooks untuk menganggap siswa sebagai manusia yang utuh.
Siswa seharusnya tidak hanya memperoleh pengetahuan yang terdapat dalam buku tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang bagaimana menjalani hidup mereka.
Bell Hooks mengusulkan sebuah teori dan metode pengajaran yang dia sebut “pedagogi yang terlibat” (engaged pedagogy).
Pedagogi ini melampaui pedagogi kritis dan feminis karena menekankan pentingnya well-being (rasa bahagia,kepuasaan) siswa dan guru secara keseluruhan.
Engaged pedagogy paedagogi terlibat adalah tentang ekspresi siswa.
Setiap siswa harus memiliki suara di kelas dan menjadi peserta aktif dalam mengejar pengetahuan.
Pengajar harus terlibat dalam proses aktualisasi diri siswa agar berhasil memberdayakan mereka.
Tetapi, pengajar tak bisa mengajar siswa untuk mengaktualisasikan diri dan terbuka terhadap kerentanan apabila mereka tidak terlebih dahulu mempraktikkan aktualisasi diri itu sendiri.
Bell Hooks menutup bab ini dengan sebuah argumentasi bahwa pengajar yang progresif tidak takut mengambil risiko.
Mereka memandang pendidikan sebagai tindakan perlawanan terhadap penindasan model pendidikan tradisional.
Sangat banyak sekali yang dapat kita pelajari dari buku beliau dan membukakan mata akan dunia pendidikan yang sangat relevan dengan keadaan di Indonesia sendiri. Akhir dari utas (@NathPribady).
Demikian review point penting dalam buku karya Bell Hooks, sangat recomended untuk kajian sosiologi pendidikan. Semoga bermanfaat, Salam literasi.
Makassar, 02.02. 2022.
Dr.Sudirman,S.Pd.,M.Si.
(Pengajar Sosiologi Pendidikan)


Bagus sekali
Terimakasih materinya Pak 🙏
Terima kasih pak materinya🙏👍
Makasih pak materi nya 🙏🙏
Terimakasih pak, bacaannya sangat menarik 🙏