Pantai Berova, Kolaka Utara

Penghujung bulan Oktober 2021. Sahabat Bengkel Narasi (BN) Kolaka Utara, melaksanakan kegiatan duduk bersama, memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Meneladani Rasulullah dan menambah kecintaan terhadapnya, merupakan salah satu poin penting terselenggaranya Maulid Nabi Muhammad SAW. Musholla, Bumi Perkemahan Mini Pantai Berova, Desa Pitulua, menjadi tempat terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kak Hidaya Mushlihah, mengawali rangkaian acara dengan mengucap basmalah seraya mengirimkan untaian rasa syukur atas keribaan sang pemilik alam semesta Allah SWT, serta salawat dan takhmit kepada nabinya Rasulullah Muhammad SAW.

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala alihi washohbihi ajma’in. Kami memohon kepada Allah, agar melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya.

Duduk bersama, saling berbagi kebahagiaan, saling menghormati, saling menghargai dan saling mengingatkan, adalah interpretasi dari manajemen satu rasa. Disampaikan oleh Bunda Islamiati dalam pembukaan sambutannya.

“Tudang sipulung. Sipakarennu, Sipakatau, sipakalebbi, sipakainge”. Suatu bangsa akan berjaya dengan gemilang, saat kita bisa membumikan literasi. Sehingga dengan semangat Maulid Nabi, dan sebagai kaum pembelajar, jangan pernah surutkan langkah untuk berlomba-lomba dalam menebar manfaat terhadap sesama, dan mencontoh tauladannya Rasulullah Muhammad SAW. (Tambah Bunda Islamiati).

Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Rasulullah Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad.

Sahabat BN Kolaka Utara pun demikian, melakukan hal yang sama di Kolaka Utara. Menjadikannya pula ajang silaturahim, setelah sekian lama hanya bersua di angkasa, tanpa suara dengan aksara.

Introspeksi diri dan rasa syukur juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pertemuan yang dumulai pukul 09.00-11.30.00 tersebut.

Ustadz, KM. Takhfif Rafi, S.H.I. Menyampaikan spirit kepada kami semua dalam tausiahnya “Rasul adalah pejuang literasi pertama, dibuktikan dengan surah/ayat pertama diturunkan melalui malaikat Jibril adalah surah Al alaq (“iqra,”). Sampai kalimat itu diulangi 3x.. Secara ilmu balagah. Iqra, pertama diperintahkan membaca semua ayat-ayat Allah yg tersirat dan tersurat. Iqra kedua (mendalami kandungan ayat-ayat itu). Iqra ke tiga memahami secara pendekatan emosional dan spritual dari setiap apa yg dibaca dalam ayat-ayat itu.

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Rasulullah adalah seorang ummiy, yaitu orang yang tidak bisa membaca ataupun menulis.Lalu apa maksud ummiy dan kenapa Rasulullah Muhammad disebut sebagai pejuang Literasi pertama?

Tidak tahu menulis dan membaca, bukan menandakan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seseorang yang tidak berilmu. Bahkan Rasulullah adalah seseorang yang sangat alim dan berilmu pada masanya. Penyebutan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang yang ummiy, hanya penyebutan bahwa beliau tidak bisa menulis dan membaca sesuatu yang tertulis saja.

Nabi Muhammad SAW, dipilih oleh Allah SWT tentu saja dengan hikmah. Bahkan segala sesuatu yang melekat pada Nabi Muhammad SAW, juga bisa ditelaah hikmahnya. Termasuk juga kondisi Nabi Muhammad yang ummiy.

Dengan kata lain, Nabi Muhammad SAW diutus dengan kondisi yang ummiy adalah untuk menjaga kemurnian dari agama Islam itu sendiri. Sebagai seorang yang ummiy, maka ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dapat dipastikan adalah ajaran yang murni. Bukan berasal dari buku-buku yang Rasulullah baca semasa hidupnya.

Melalui Zaid bin Tsabit, sebagai juru tulis Nabi Muhammad SAW, dan juga merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an dituliskan di pelepah kurma, kulit hewan dan benda-benda lainnya, dengan mendiktekan ke Zaid saat Rasulullah mendapat wahyu dari Allah, kemudian Zaid menuliskannya.

Zaid yang cerdas, cakap dan menguasai berbagai bahasa, juga merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah SWT, kepada sahabat Rasulullah. Selain Zabit bin Tsaabit, diriwayatkan dalam (Al Adaab Asy Star’iyah 2/161). Ada sekelompok shahabat yang bertugas sebagai juru tulis Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, diantaranya adalah: Ubay bin Ka’ab, Zaid bin Tsaabit, ‘Ali, Utsman, Hanzhalah Al Asadi, Mu’awiyah, Abdullah bin Al Arqam, yang bertugas sebagai juru tulis reguler untuk menulis surat dan balasannya.

Perjalanan tersebutlah yang kemudian membawa Rasulullah disebut sebagai pejuang literasi pertama. Bahkan Nabi Adam AS. Diampuni dosanya oleh Allah SWT, karena menyebut nama Nabi Muhammad SAW, yang namanya bersanding dengan Allah SWT di pintu-pintu surga dan seluruh tempat di langit.

MasyaAllah, itulah kenapa setiap mendengar nama Nabiyullah Muhammad SAW, kita diperintahkan untuk bersalawat. “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kalian kepadanya dan bersalamlah dengan sungguh-sungguh.”

Dialog edukatif yang tercipta tersebut, dipimpin oleh Kakanda DRS. Sabrie Mustamin. Sungguh suatu ilmu yang bermanfaat bagi kami semua Sahabat BN Kolaka Utara.

Diakhir sesi, ucapan terimakasih kami saling haturkan satu sama lain, dan taklupa mendoakan saudara-saudari kami yang tidak sempat hadir dalam acara Maulid serta silaturahim, karena keadaannya yang kurang sehat. Jazakumullah khairan katsiran

Sekian

Alhamdulillah

#AH

(Visited 111 times, 1 visits today)
5 thoughts on “Semangat Generasi dalam Berliterasi”
  1. Dengan meneladani Rasulullah sebagai penyemangat dlm dri kta, dan menjadikan
    Rasulullah sebagai inspirasi dan teladan dlm kehidupan kta,dgn cara memasukkan NUR/RUH Rasulullah Muhammad dlm dri kta,niscaya hidup kta akan tenang ,damai
    dlm mengarungi hari” kta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.