(bukan) Jingga Penyulam Raya (Bag.6)
" Baik anak ku, berjalan peliharalah kaki, berkata peliharalah lidah"
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
" Baik anak ku, berjalan peliharalah kaki, berkata peliharalah lidah"
"Cinta, adalah ikatan bathin sepasang nyawa. Dia akan selalu ada walau tak bersua, hari ini aku pergi menggapai cita, bersabar sajalah"
Di subuh yang jauh sebelum siang, seonggok kulit keriput sedang menengadah diatas sajadahnya, telakung usang seperti bercahaya akan doa-doanya.
Baik, Dia adalah JINGGA, tapi bukan Jingga Si Penyulam Raya. Dia adalah sebatang tubuh muda perangkul cinta. Mudanya tak pernah gontai, pesonanya meletup-letup keubun para peri negeri belingkar.