Home sweet home. My home is my castle. Rumahku istanaku.Begitulah semua orang mengungkapkan perasaannya akan rumah tempat tinggal mereka. Rumah yang akan selalu memberikan perasaan nyaman,tenang dan bahagia. Rumah tempat mengistirahatkan segala rasa,melabuhkan harapan,merajut asa.

Begitu pula rumah yang aku tinggali sekarang. Tidak terlalu mewah. Sama dengan rumah yang ada di kompleks perumahan yang lain. Begitu tenang,sejuk, dingin tanpa pakai air conditioner. Setiap orang yang datang langsung merasakan kesejukan , dingin kata mereka.

Ada sisi lain dari rumah yang aku tinggali sekarang. Di ruang tamu yang berukuran agak luas itu dipenuhi dengan burung-burung yang awalnya hanya cuma satu sampai lima sarang saja,namun sekarang sudah penuh. Orang menyebutnya burung Srity, tiruan/kwnya burung walet. Dulu aku selalu mengusirnya dan membuang semua sarang-sarang yang menempel di dinding. Tapi setiap aku usir, datang lagi dengan jumlah yang lebih banyak.Aku capek dan berhenti sendiri.

Setiap orang yang masuk mengira itu burung walet yang bersarang dan menyuruh aku untuk menutupnya saja atau sekalian meninggalkan rumahku ini. Kata mereka, tidak sembarang orang yang didatangi burung seperti ini. Hanya orang dengan hati yang tulus,baik yang mereka datangi untuk menetap. Banyak orang yang membuatkan sarang khusus dengan menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah tapi tidak ada burung srity apalagi walet yang masuk. Aku sih cuma mangguk-mangguk saja.

Semua orang pasti paham bahwa walet yang asli harga sarang yang berisi air liur perkilonya bisa sampai puluhan juta. Dan itu memang sudah banyak terbukti. Mereka yang punya bangunan sarang walet dan sudah menghasilkan, sudah berjaya dan menjadi orang kaya raya. Aku pun sangat berharap ada keajaiban itu.

Setiap malam, burung-burung itu menimbulkan suara yang berisik, gaduh. Tapi yaa….aku sudah terbiasa dengan semuanya. Karena sudah bukan lagi burung srity yang banyak,sudah bercampur dengan walet asli. Itu tandanya, walet itu akan berkembang biak dan menetap disini. Aku sudah tidak tertarik lagi untuk mengusirnya. Mereka juga makhluk Tuhan yang butuh disayangi. Aku pun tahu setiap yang terjadi pasti ada hikmah di baliknya. Siapa tahu suatu saat nanti burung-burung ini akan membawa keberkahan yang berlimpah bagi keluargaku. Wallahualam. Allah Yang Maha Tahu semuanya. Dan satu hal yang pasti menjadi ketetapannya, bahwa rezeki itu tidak akan pernah tertukar. Rahmat Tuhan akan selalu datang bagi hamba yang selalu bermunajat kepadaNya. Tidak putus asa, selalu berserah bahwa semuanya sudah diatur sesuai dengan ketentuanNya.

Walet oh walet…do you wanna stay with me….?

Watansoppeng,3 Juni 2021

(Visited 39 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.