AglonemaAglonema

Memelihara tanaman hias adalah sebuah kegiatan yang bermanfaat. Jika dirawat dengan baik, tanaman bisa membuat rumah terlihat lebih segar dan menarik. Namun, bukan hanya rumahnya saja, penghuni rumahnya pun bisa merasakan manfaatnya, lebih segar, tidak gampang stres, dan akan kelihatan lebih awet muda. Aktivitas ini juga sangat memungkinkan seseorang memiliki daya ingat yang baik dan menjadikannya lebih cerdas.

Seorang ahli lingkungan, Doktor Ross Cameron dari Universitas Sheffied mengatakan bahwa bercengkrama dengan alam adalah salah satu hal yang bisa membuat pikiran menjadi lebih tenang, nyaman, dan fokus. Berkebun – baik itu buah ataupun tanaman hias – adalah Salah satu cara sederhana untuk bercengkrama dengan alam ruang yang hijau serta segar.

Seperti halnya menanam Aglonema, sangat bermanfaat untuk mendukung kesehatan fisik dan psikis seseorang menjadi lebih baik. Terlebih lagi di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, kita sangat memerlukan kegiatan yang bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh.

Saat ini, Aglonema merupakan pilihan yang paling banyak diminati. Bukan hanya di kalangan ibu-ibu, justru para master Aglonema didominasi kaum Adam.

Memelihara tanaman hias, khususanya Aglonema, selain pemilihan media tanam yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, menyiram merupakan hal yang sangat penting dalam proses pertumbuhannya. Nah, agar sahabat tidak membuang-buang air, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut.

Cara pemberian air pada tanaman berkaitan dengan ke mana air itu akan bermuara. Perlu diketahui, tanah mempunyai keterbatasan dalam menyerap air sekaligus. Maka dari itu, kita mungkin harus menyiram tanaman dengan lebih lambat atau dalam dosis yang lebih sedikit.

Lantas, seberapa banyak air yang dibutuhkan? Untuk penyiraman dengan tangan pada tanaman berukuran kecil, Sebaiknya Anda membuat ceruk pada tanah tepat di bawah garis tetes air dari daun dan mengisinya sebanyak dua atau tiga kali. Sementara untuk tanaman yang lebih besar, aplikasikan air yang meresap perlahan selama 20-30 menit di beberapa titik sekitar garis tetes tanaman. Untuk penyiraman dengan selang air, siram tanaman hingga air mencapai titik terluar area penyimpanan, lalu hentikan dan biarkan air meresap. Setelah itu, ulangi satu hingga dua kali.

Akan lebih baik jika kita menyiram tanaman pada pagi hari sehingga mereka dapat mengering sebelum malam. Kondisi daun yang lembap akan mengundang berbagai jenis penyakit. Dengan teknik penyiraman yang tepat, Aglonema akan terhindar dari busuk akar dan batang.

Setelah hal penyiraman, Anda perlu melakukan pemupukan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Bagaimana caranya? Simak di artikel selanjutnya, ya? []

(Visited 91 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.