Oleh: Ahmad Mukhtar Kasong
Pernahkah kita berpikir, ke mana perginya sampah yang kita hasilkan setiap hari? Aktivitas kita sehari-hari untuk kelangsungan hidup seperti makan, minum, mencuci, dan bekerja adalah beberapa rutinitas yang tentunya menghasilkan sampah.
Sampah jika dibiarkan saja akan mengganggu kebersihan lingkungan secara umum. Tahukah kamu, sampah dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sampah padat atau anorganik, dan sampah basah atau sampah organik?
Sampah anorganik adalah sampah yang terdiri atas bahan-bahan anorganik. Contoh bahan-bahan anorganik adalah bahan logam, plastik, kaca, karet, dan kaleng. Sifat sampah anorganik adalah tahan lama dan sulit membusuk.
Bertahun-tahun sampah padat tidak akan hilang, jika tidak dikelola dengan baik. Ia akan terus menumpuk, apabila dibuang dì sembarangan tempat. Sampah anorganik dapat menimbulkan pencemaran tanah, makanya sedapat mungkin kita kurangi pemakaian plastik.
Sementara sampah organik adalah sampah yang terdiri atas bahan-bahan organik. Sifat sampah organik adalah tidak tahan lama dan cepat membusuk. Biasanya sampah jenis ini berasal dari makhluk hidup. Contohnya adalah sayur-sayuran, buah-buah yang membusuk, sisa nasi, daun, dan sebagainya.
Sampah organik mudah diuraikan oleh mikroorganisme tanah. Hanya saja jenis sampah ini akan menimbulkan bau kurang sedap jika tidak dikelola dengan baik.
Solusinya, ayo kita pilah dan pisahkan sampah yang ada sejak dari rumah. Kalau selesai memasak, pisahkan sampah plastik, dengan sampah sayur-sayuran yang mudah membusuk. Pisahkan kantongnya, ya? Supaya lebih mudah dalam pengelolaannya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). []
