Oleh: Sumardi

Malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 00.12. Penulispun belum beranjak dari balkon rumah mungil di bilangan Matraman, Jakarta Timur. Penulis masih asyik dengan tugas penting yang besuk pagi harus dipresentasikan dalam rapat kerja dengan Pimpinan. “Tinggal sedikit lagi, ah tanggung”, kataku dalam hati. Situasi saat itu memang benar-benar sepi tidak seperti biasanya. Pada jam-jam seperti itu kadangkala masih ada penjual mie atau penjual bakso dengan gerobak dorong yang lewat. Bahkan anak-anak yang biasanya begadangpun tidak tampak kelebatnya. Suasana malam itu memang terasa lebih “singup” (sedikit mencekam).      

Konsentrasi penulis menjadi terpecah ketika melihat pohon jambu di rumah tetangga bergoyang-goyang. Seolah-olah ada sesuatu yang tidak wajar di malam itu. “Ah, ini hanya halusinasi pikiranku saja”, kataku lirih dalam hati.  Begitu Penulis lebih fokus lagi ternyata benar ada dua ekor tupai sedang mencari makan. Dua binatang tersebut melompat kesana kemari untuk mendapatkan buah jambu sasaran empuk mereka. Berpindah dari dahan yang satu ke dahan yang lain untuk mendapatkan kesempatan memperoleh peruntungan. Mereka terus bergerak tidak berhenti sampai sebuah tujuan telah tercapai. Lincah, gesit dan moving sekali.

Lalu apa hubungannya tupai pada malam itu dengan Cash Flow Quadrant Theory yang dikemukakan oleh Robert T. Kiyosaki. Tentu saja ada hubungannya karena semua unsur atau komponen di dunia ini sesungguhnya tidaklah berdiri sendiri. Semua saling kait-mengkait satu sama lain. Tupai termasuk jenis binatang yang rajin dan pekerja keras serta lincah. Namun demikian jika dikaitkan dengan Teori Kuadran tupai termasuk di kolom sebelah kiri, dalam kategori self employed artinya dia bekerja untuk dia sendiri. Pembelajaran dari tupai lainnya adalah lincah dan tidak senang berada di zona nyaman. Sebuah karakter yang bagus kita ambil nilai positipnya untuk sebuah kemajuan.        

Dalam Teori Quadrant manusia dikelompokkan penghasilannya berdasarkaan empat kuadran sebagai berikut employee, self employed, business owner, and investor. Pada kuadran employee terkumpul beberapa jenis profesi seperti pegawai swasta/pegawai pemerintah, buruh, dan karyawan. Mereka bekerja untuk memperoleh sebuah penghasilan sehingga ketika mereka tidak bekerja maka mereka tidak akan memperoleh penghasilan. Biasanya dalam kelompok kuadran ini  mereka bekerja untuk organisasi atau orang lain. Adapun pada kuadran self employed terkumpul orang-orang atau mereka yang bekerja secara professional untuk dirinya sendiri dan untuk itu mereka memperoleh penghasilan seperti profesi dokter, lawyer, dan akuntan publik. Pada kuadran business owner dan investor terkumpul mereka yang menginvestasikan assetnya untuk diputar kembali dalam bisnis sehingga dapat menghasilkan uang. Pada akhirnya uang itu bekerja untuk mereka.      

Dari ulasan narasi di atas kiranya juga dapat diambil sebuah pembelajaran bahwa manusia sebagai makhluk di muka bumi wajib berikhtiar sehingga paling tidak dapat berada pada minimal dua kuadran. Minimal pada posisi employee dan self employed atau syukur-syukur mempunyai kombinasi dengan business owner atau investor. Teori lain yaitu portofolio masih sangat relevan dalam kondisi saat ini. Bukankah dalam firmanNya Allah SWT juga memerintahkan kepada kita semua agar mau berbagi kepada Saudaranya yang lain. Bukankah tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Bukankah perintah untuk menunaikan zakat, berkurban  dan naik haji diwajibkan bagi Muslim yang mempunyai kemampuan. Jadi nampaknya seorang Muslim tidak boleh fakir. Ya….tupai malam itu telah mengingatkanku pada sebuah Teori Kuadran Robert T. Kiyosaki yang kemudian mengingatkanku lebih jauh ke firman Allah SWT.     

Matraman, 8 Juli 2021

Penulis : Praktisi Ilmu Manajemen SDM Aparatur

(Visited 39 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sumardi

One thought on “Tupai dan Cash Flow Quadrant Theory”
  1. Sangat menginspirasi, saya saat ini masih di kelompok 1,

    mudah-mudahan kedepan nya saya meninggalkan kolompok 1 dan bisa masuk kelompok 2, 3 dan 4 , aamiin .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.