Laksana besi baja
tak lekang dimakan karat,
Laksana kayu jati
tak bergeming digrogoti rayap,
Ia tetap abadi
bak salju di himalaya,
tetap beku walau surya menerobosnya
Laksana batu karang
tak goyah diterpa ombak menerjang.
Meski badai menantang
tetap tak bergeser dari orbit hatiku.
Tetap satu utuh dan tak pernah usang sampal ajal menjemput.
Oh….. malaikat duniaku, engkau boleh meragukan api itu panas, salju itu dingin, tapi jangan pernah ragukan kesetiaanku padamu.
Darimu aku memulai 23 tahun lalu, dan darimu aku mengakhirinya hingga ajal memisahkan kita.
Keyakinan kita tak tergoyahkan sang waktu, kalau engkau tercipta untukku, dan aku pun terlahir untukmu.
Rohku dan rohmu disatukan dua tubuh, dan diikat erat tali satu rasa.
Saking dalamnya rasa ini, saking luasnya samudra jiwaku, saking tingginya bintang kehidupanku padamu, aku pun tak tahu judulnya perasaanku.
Sesungguhnya ketika rasa sudah menyatu, jiwa sudah saling memeluk, dan tubuh tak berjarak, judul pun tidak dibutuhkan lagi.

Duh tulisannya luar biasa sampai judulpun tak perlu lagi yaaa… Karena DIRIMULAH judul narasi ini