Oleh Andi Satia

Rabu 1 juli 2009 lalu adalah hari bersejarah bagiku, karena pertama kali memulai satu pekerjaan, yang saya sendiri tidak yakin apakah mampu melaksanakan satu tanggung jawab besar itu. Suatu tanggung jawab untuk mengelola jenjang Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) yang sesungguhnya bukan bidangku, karena besic saya di manajemen perbankan.

Namun tekadku yang sudah bulat untuk mencoba mengabdi ke dunia pendidikan tidak menghentikan lagi langkahku. Dengan satu keyakinan bahwa, “Di mana ada kemauan di situ ada jalan”, saya terus berproses mewujudkan tekadku. Terlebih dunia PAUD adalah tempat pertama kali tersemainya benih-benih ilmu pengetahuan di lahan jiwa anak-anak pemilik masa depan.

Dengan tekad dan semangat yang tinggi, saya mempersiapkan segalanya. Mulai dari administrasi, perangkat pembelajaran, dan sebagainya. Ternyata tidak semuda yang bayangkan. Saya mulai kebingungan harus memulai dari mana. Rasa was-was pun hadir menghantui hari-hariku. Untung rasa percaya diri masih selalu setia menemani langkah-langkahku.

Saya tidak ingin gagal dengan jalan yang telah kutempuh. Saya harus bisa tepat di tahun 2011 telah menelurkan alumni angkatan pertama di sekolahku. Alhamdulillah mimpi itu terwujud. Tidak terasa mengalir dua butir bening dari kelopak mataku membasahi pipi. Rasa haru, senang, dan bahagia bercampur jadi satu menyaksikan anak didikku yang selama ini selalu setia mewarnai hari hariku, kini telah menyelesaikan pendidikannya.

Dari situlah saya mulai sadar, harus membuat terobosan baru agar anak-anak merasa nyaman, bahagia dan kerasan berada di lingkup sekolah. Karena itu, saya menyulap sekolahku menjadi tempat bermain untuk mereka.

Supaya tetap eksis, saya pun mulai di sibukkan dengan pelatihan pelatihan, sosialisasi tentang kurikulum dan perangkat pembelajaran agar tidak tertinggal jauh. Kuakui bersama dengan mereka hidupku jadi berwarna.
Mereka telah mencuri hatiku, perhatianku, dan waktuku. Jujur saya tidak bisa jauh darinya, dan selalu ada rindu untuknya.

Bila jauh darinya, bayang-bayangnya selalu menghantuiku. Gelak tawa, canda rianya, dan caranya merajuk minta di gendong untuk di ceritakan dongeng membuat saya tak bisa jauh darinya.

Walau begitu masih saja ada rasa was-was terbesit di hati. Mampukah aku memberikan yang terbaik untuknya. Kuakui mereka begitu banyak memberiku semangat hidup untuk tetap selalu bersamanya. Bila berada di tengah-tengah mereka seketika itu perasaanku menjadi damai dan tentram. Ada kebahagiaan tersendiri yang saya rasakan bila berada di antara mereka .

Subehanallah, Alhamdulillah, terimah kasih ya Allah, Engkau telah menuntun hambamu ke jalan yang engkau ridhoi, sehingga aku menemukan kebahagiaan hakiki dalam hidupku. Begitu indahnya, telah kutemukan surga dunia bersamamu anak-anakku di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Saya yakin semua manusia di muka bumi ini menginginkan hidupnya berada dalam ketenangan, kedamaian, dan ketentraman. Bila ketiga hal tersebut terangkum jadi satu hadir mewarnai hari-hari kita, bagiku itulah surga dunia yang sesungguhnya kita cari dalam hidup ini.

Benar kata pepatah orang Bugis dulu yang mengatakan, “Nigi-nigi tau runtui surugana lino ikonatu tau manyameng pakkalinongemmu ri lino makkutopa riahera”. Kurang lebih artinya, “Siapa manusia telah merasakan surga dunia, hidupnya akan selalu menemukan kedamaian dunia akhirat”

(Visited 230 times, 1 visits today)
15 thoughts on “Kutemukan Surga Dunia Bersamamu”
    1. Alhamdulillah….dengan menikmati suatu profesi semuax terasa mudah dan nikmat dan intix melaksanakan dgn tulus disertai kejujuran….
      Mantap puang…..

  1. Sangatt luar biasa. Ditunggu artikee berikut nya. Saya sangat suka membacanya

  2. Alhamdulillah….dengan menikmati suatu profesi semuax terasa mudah dan nikmat dan intix melaksanakan dgn tulus disertai kejujuran….
    Mantap puang…..

  3. Luar biasa, keyakinan Andi Satia “dimana ada kemauan disitu ada jalan” dan terbukti di Besic Manajemem Perbankan dan bisa mendirikan paud, sukses selalu Andi Satia,
    Kutunggu Artkel berilutnya.

  4. Sangat menginspirasi tulisannya Bu Andi Satia, dari tulisan ibu saya bisa memetik makna yg sangat luar biasa yaitu “jangan pernah takut gagal untuk memulai suatu pekerjaan, karena kita tidak akan menemukan keberhasilan tanpa memulai suatu pekerjaan”, teruslah berkarya dan berusaha dengan segala kemampuan yang dimiliki Bu Andi Satia, ditunggu tulisan2 episode selanjutnya Bu πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  5. Luar biasa sangat menginspirasi tulisannya bu Andi Satia, saya bisa dapat pelajaran yang begitu bermakna bahwa ” jangan pernah takut gagal untuk memulai suatu pekerjaan yang baru sekalipun hal tersebut tidak pernah ada dalam impian dan cita-cita kita karena dengan kesungguhan dan keikhlasan serta ketulusan hati maka sesuatu pekerjaan yang baru itu akan menjadi indah buat kita” salut dengan tulisan ibu Andi Satia, ditunggu episode selanjutnya Bu Andi Satia πŸ‘πŸ‘

  6. Bagus sekali karyanya tante, Bu Andi Satia,
    Teruskan berkarya lewat tulisan.
    😍😍😍😍😍

  7. Wah Narasinya inspiratif sekali Ibu Andi Satia..
    cinta terhadap dunia pendidikan anak adalah tindakan nyata yang patut diapresiasi….
    Bangunlah jiwanya & bangunlah raganya sebagai pemilik masa depan..
    The future in your hands..πŸ™πŸ™

  8. Luar biasa.Menjadi seorang tenaga pendidik merupakan tugas yang sangat mulia,apalagi guru Paud,butuh kesabaran yang ekstra untuk membentuk karakter peserta didik yang berbeda-beda.Salut dengan usaha dan perjuangan penulis”Andi Satiaβ€πŸ‘.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *