Hidup adalah sebuah misteri yang tak satu orang pun mampu menebaknya. Kehidupan dan kematian adalah perkara ghoib dan hanya Allah Swt sang pemilik kerajaan langit dan bumi ini yang mengetahuinya.

Perjalanan kita di dunia ini merupakan skenario dari Allah Swt. Ibarat sebuah sinetron, kita adalah pemerannya dan Allah Swt sutradara tunggalnya.
Tiada yang bisa menebak hal apa yang akan terjadi esok atau lusa kepada kita, karena hari esok atau lusa adalah wilayah transendental (di luar jangkauan pemikiran manusia).

Karnanya hanya ada dua pilihan yang harus kita pilih, yaitu pertama, “Hidup dengan kebenaran dan keta’atan”, dan kedua, “Hidup dengan kemaksiatan dan bergelimangan dosa”. Itulah sebabnya Allah Swt hanya menciptakan dua tempat abadi, yaitu, “Surga dan Neraka”.

Perjalanan ini tidaklah selalu indah, seindah rintik hujan yang tersusun rapi membasahi bumi. Perjalanan ini tidaklah selalu manis, semanis madu bunga yang sedang bermekaran memancarkan harum semerbaknya. Perjalanan ini tidaklah selalu mulus, semulus balutan sutra yang menyentuh kulit. Perjalanan ini hanyalah sementara, fana, dan sesaat. Semua yang kita miliki, baik kesenangan, kebahagiaan, harta, jabatan, dan kedudukan tiada yang abadi.

Karena itu, kita janganlah tertipu dengan keindahan dan kesenangan duniawi.
Sebab dunia ini tidaklah lebih berharga dari seekor sayap nyamuk. Kebahagiaan dunia yang sesaat ini tiada artinya dengan kebahagiaan yang hakiki di akhirat kelak. Perjalanan kita di dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, menuju tujuan utama kita yaitu akhirat. Ibarat seorang musafir yang sedang berjalan menuju pertemuan dengan pencipta kita Rabbul ‘Alamin. Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala Berfirman : “Kehidupan Dunia Hanyalah Kesenangan Yang Memperdaya”.
(Q.S Ali-‘Imran : 185)

Jadi selagi Allah Swt masih memberi kita kesempatan dan menganugrahkan hidayah kepada kita, mari bersama raih hidayah itu lalu barbakti dan bertaqwalah kepada Allah Swt.

Jadikan perjalanan kita di dunia ini sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kita kepada Allah Swt, agar selalu meridhoi apa yang telah kita ikhtiarkan didunia ini. Baarakallahu fiykum. Ya begitulah perjalanan menuju hari esok atau lusa adalah wilayah transendental yang tidak bisa di tebak oleh siapapun

(Visited 67 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.