Oleh : Gusnawati Lukman
Kamu ingat tidak saat kita lalui hari itu. Walaupun cuma 3 hari saja, tapi itu adalah saat yang begitu berarti dalam hidupku. Kita susuri jalan-jalan sepi dengan meninggalkan jejak-jejak cinta di sana.Sambil kupeluk tubuh tirusmu dan menyandarkan kepalaku, sesekali kamu remas tanganku . Aku semakin erat memelukmu. Sepanjang jalan kita berbagi cerita. Tentang hidupmu dirantau dan kisah perjuangan hidup yang kamu sudah lalui. Kisah pilu,sedih, senang, semua engkau tumpahkan. Kisah asmaramu juga tak luput engkau kisahkan. Aku larut dalam kisah asmaramu yang begitu menyakitkan. Orang yang engkau cintai dengan sepenuh hati meninggalkanmu saat rasa cintamu begitu dalam. Kamu merasakan sakit yang luar biasa. Kamu sudah enggan menjalin kedekatan dengan wanita lain yang banyak mengincar hatimu.
Tiga hari itu begitu bermakna. Sampai larut malam kita saling mempertanyakan keabadian rasa kita. Saling menyangsikan. Seperti sepasang remaja dengan kisah cinta monyetnya, aku pun pertegas kembali rasaku.
Tiga hari itu adalah milik kita. Seakan waktu ingin kuputar kembali. Ingin rasanya mengulanginya kembali. Jalan yang pernah kita lalui sudah sunyi lagi. Aku menyusuri sekali waktu saat ingin mengenang hadirmu lagi. Bulir bening itu terasa panas. Sesak.
Aku balik ke warung yang pernah kita singgahi untuk mencicipi kulinernya. Kulirik tempat duduk kita dulu. Membayangkanmu makan dengan perlahan. Kamu kembali berkisah bahwa kamu harus menjaga pola makanmu, karena saat kembali nanti ke negara orang, pemeriksaan kesehatannya sangat ketat. Aku cuma manggut-manggut. Aku mengerti semuanya.
Tiga hari itu adalah milikku. Aku ingin mengabadikan kenangan kita. Menjadikanmu yang utama dalam hidupku. Menjadikanmu pelabuhan rasa.
Kini sudah satu tahun kepergianmu. Tidak ada lagi kisah yang perlu diceritakan. Tak ada kabar. Tidak ada lagi sapaan mesra, saling mengingatkan diri. Aku merindukanmu. Bagaimana kabar kamu di sana? Semoga kamu selalu sehat, tak kurang suatu apapun. Terima kasih untuk kenangan yang tercipta saat tiga hari bersamamu. Hatiku merantau bersamamu.
Watansoppeng, 10 September 2021.
