Oleh ; Yusriani Nuruse
Widya dan Yudhi baru saja menikah seminggu yang lalu. Sebagai pengantin baru Widya belajar melakoni statusnya sebagai istri Yudhi. Ia diboyong suaminya meninggalkan keluarga besarnya di kampung halaman ikut ke tempat tugas suaminya.
Pagi itu Widya sedang berada di dapur, membuat sarapan buat suaminya. Nasi goreng jadi menu pilihan Widya.
Nasi goreng ala kadarnya. Nasi goreng, telur ceplok, dan tumisan bawang merah.
Widya tersenyum. Resep nasi goreng itu, resep Mak Widya jaman dulu ketika Widya masih SD..
Ya maklumlah baru kemarin Widya dan suami tiba dari kampung. Tidak ada persiapan apa-apa. Apalagi Mereka cuma tinggal di kos-kosan. Tidak ada lemari pendingin,kompor pun milik Mahasiswa yang Widya pinjam dengan mengisikan minyak tanah untuk dipakai bersama.
Saat sedang asyik mengaduk nasi goreng dan menaburi garam halus, tiba-tiba Yudhi berada di belakang Widya memeluk dan menggodanya. Alhasil garam ditangan Widya tumpah ke dalam nasi goreng.
Beruntung pagi itu kos-kosan sepi. Mahasiswa sudah berangkat ke kampus. Kalau tidak, Widya pasti bersemu merah karena malu.
Ahay…begitulah pengantin baru. Widya kemudian membuatkan Yudhi kopi dan menyajikan dengan sepiring nasi goreng yang dibuatnya tadi.
Widya menemani Yudhi sarapan. Sambil senyum-senyum, Yudhi menyendok nasi goreng ke mulutnya dan menikmati hidangan istrinya “Nasi goreng Asin”. Yudhi kemudian menyodorkan piringnya ke Widya untuk mencicipi nasi goreng itu. Karena keasinan mereka hanya bisa tertawa bersama.
Ya itulah romantisme pengantin baru. Semua kekurangan ditanggapi dengan senyum bahagia. Serasa dunia milik berdua,yang lain nebeng. Hehehe.
Widya kemudian mengantar suaminya ke depan pintu dan menyalami suaminya. Kemudian Yudhi berangkat kerja.
Sekitar jam 12 siang, Yudhi pulang istirahat.Widya menyiapkan makan siang, Nasi putih,sayur bayam, tempe, ikan goreng dsn sambel.
Makan di dalam kamar kos berdua yang merupakan ruang makan sekaligus ruang tidur dengan perabotan seadanya menjadi tempat berbagi kasih sebagai pasangan pengantin baru. Nikmati sajalah kata dalam hati Widya.
Setelah makan siang, sholat dzuhur dan istirahat sejenak, Yudhi balik ke kantor. Sedangkan Widya melanjutkan istirahat siangnya sambil menunggu Yudhi pulang dari kantor.
Widya belum mempunyai kenalan selain mahasiswa se kosannya, hingga Widya tak berani kemana-mana tanpa Yudhi. Sepulang dari kantor Yudhi mengajak Widya jalan-jalan dengan motor buntutnya. Sebuah motor Honda yang Yudhi miliki.Menyusuri jalan sepanjang pinggir laut, membawa Widya ke kilo 5. Salah satu tempat kongkow dengan pemandangan laut yang begitu indah terbentang luas.Angin sepoi-sepoi menerpa wajah Widya menambah syahdu sore itu. Kemudian ke tepi laut Lalong menikmati juice alpukat dan sepiring pisang goreng keju. Menunggu matahari terbenam kemudian beranjak pulang kekosan dengan sejuta rasa.
Itulah rutinitas yang Widya dan Yudhi lakoni sebagai pasangan pengantin baru. Melewati hari-hari Indah bersama.
Banggai, September 2009

Cieeee….indahnya pengantin baru. Beda nian dengan diriku. Nanti kuposting, aaaah, latah hehe…
Krisan ya; usahakan dalam sebuah kalimat jangan ada dua kata yang sama.
Lanjutkan!
Oya, cocoknya ini bukan artikel kategorinya melainkan Cerita Mini. Masih kurang paragrafnya, ini ibaratnya baru pendahuluan hihi….