Oleh : Imam Abdullah El Rashied

Masa, aksara terlupa dan kenangan yang terhapus luka.

Asa, rajutan harapan dan tumpukan do’a yang berserakan.

Warna, pelangi senja di tengah rintik nestapa atas rasa yang rupa-rupa.

Angan, secercah cahaya di tengah gelapnya kenyataan dan pedihnya pengharapan.

Rindu, seteguh hati yang dihujani pilu dalam penantian yang mengharapkan temu.

Berat, beban jarak yang terhalang waktu, mengisahkan detik-detik rindu.

Energi, tumpukan asa yang mengendap di hati, dan tatapan yang ingin dicuri, namun tak ada bayang yang menghampiri.

Nestapa, sisa dari harapan-harapan lama, serta kumpulan dari luka-luka yang tertutup lupa.

Ingin, jumpa yang dinanti-nantikan, temu yang masih diperjuangkan.

Nanti, menunggu dan membersamai, detak jam dan denyut nadi, semuanya masih tentang kekasih hati.

Gaduh, riuh suara kenangan menggema dari jauh, memenuhi hati yang mengeluh.

Mukalla, 4 Oktober 2021.

(Visited 169 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.