Oleh : Imam Abdullah El- Rashied

Lembar-lembar kusam kisah rindu, tinta nan pudar yang penuh coretan pilu, pun terhapusnya aksara-aksara syahdu.

Kita pernah bertemu dalam secangkir aksara, lantas menguap bersama harapan yang sirna, setangkai asa yang kita punya, tenggelam dalam bujuk-bujuk rasa.

Kita terlena, termakan khayalan-khayalan buta, dan hati yang terlalu memuja.

Kita dan setumpuk harapan yang masih tersisa, kenangan yang sempat terlupa, dan impian yang dipaksa menghadirkan jumpa.

Masih tentang kita, yang terpenjara sebuah rasa, entah menjelma kisah cinta, atau akan tetap sebagai wacana.

Peternak Rindu.
Mukalla, 3 Oktober 2021.

(Visited 21 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.