Oleh : Gusnawati Lukman

Tema  Hari Guru Nasional tahun ini adalah “Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan”. Tema ini mengisyaratkan bahwa kita masih berada dalam situasi pandemi yang sewaktu-waktu dapat merajalela kembali. Pandemi yang mengharuskan seorang guru bergerak dengan ketulusan hati, ikhlas, dan penuh dedikasi dalam memulihkan kembali  pendidikan kita yang paling parah kena imbas dari pandemi covid-19. Memulihkan hati dan pikiran para peserta didik yang sudah mulai jenuh dengan situasi dan kondisi seperti saat ini. 

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam sambutannya pada  peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, mengharapkan bahwa  dalam situasi seperti sekarang, dibutuhkan seorang pendidik yang penuh kreativitas, inovasi, dan dedikasi, agar bisa bersama dengan pemerintah memikirkan langkah terbaik mengatasi permasalahan pendidikan  yang timbul akibat pandemi ini. 

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para guru yang walaupun dalam suasana pandemi, semangatnya tidak pernah padam. Mereka masih terus berusaha mengembangkan diri dengan mempelajari teknologi yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran seperti saat ini. Mereka terus bergerak dengan inovasi-inovasi dan kreativitas yang mengagumkan, dengan menciptakan program-program pendidikan yang sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan dalam mengatasi permasalahan yang banyak muncul.

Disisi lain, beliau menyadari bahwa banyak guru yang menangis melihat murid-murid mereka yang semakin hari semakin merasa bosan, kesepian, dan kehilangan kedisiplinan akibat situasi ini. Guru yang tidak hanya mengalami tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tetapi juga tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan.Namun sungguh luar biasa dalam keadaan seperti itu, obor perubahan masih tetap terus menyala. Beliau memahami bahwa Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin pembelajaran yang selalu berpihak pada murid, bukan berpihak pada birokrasi.  Guru menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan-pelatihan yang relevan serta kurikulum yang sederhana, sehingga para guru tidak merasa terbebani.Guru menginginkan kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman. Maka dari semua itulah program/kebijakan Merdeka Belajar yang beliau cetuskan sekarang sudah menjadi sebuah gerakan. Dan itu akan terus dilanjutkan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dari deskripsi singkat di atas, memang tepat apa yang dikatakan Bang Ruslan Ismail Mage , Inspirator, Founder dari Sipil Institute, Bengkel Narasi Indonesia, dan Pena Anak Indonesia bahwa ” Sumber daya terbesar dan termahal dalam suatu bangsa sesungguhnya bukan minyak bumi, tetapi guru. Dengannya, manusia meninggalkan kehidupan purba”.

Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, guru adalah pahlawan pendidikan di garda terdepan. Guru dituntut untuk selalu bergerak, menyemangati anak didiknya yang sudah hampir kehilangan semuanya. Menyemangati orang tua agar tidak bosan mendampingi pendidikan putra-putrinya. Bersama-sama memulihkan dan memecahkan semua permasalahan pendidikan yang muncul akibat kondisi yang tidak menentu ini. Guru juga dituntut untuk tidak berhenti mengembangkan dirinya, selalu berinovasi dan berkreasi agar  program-program pendidikan yang berpihak kepada murid dapat terwujud. Mewujudkan Merdeka Belajar adalah hal yang utama. Guru jangan pernah menukar amanah mulia yang diberikan dengan sesuatu yang mencederai, walaupun itu berupa gunung emas sekalipun.

Seorang guru, biar penguasa mengguyur tubuhnya dengan gunung emas,belum sebanding dengan tugas mulianya menyelamatkan bangsa dari kebodohan dan kebinasaan.(RIM)

“ Semua rumah adalah sekolah, dan semua orang adalah guru “.(KHD)

Akhirnya, mari bergandengan tangan, bergerak bersama, berkarya dengan hati, bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan.

Tetaplah terpuji dan namamu selalu hadir dalam sanubari siswa dan menjadi pelita mereka dalam kegelapan. Jadilah sosok guru yang hadirnya ditunggu, hilangnya dirindu,ilmunya diburu, nasihatnya diseru, dan tingkah lakunya ditiru. 

SELAMAT HARI GURU NASIONAL , 25 NOVEMBER 2021

Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan

Watansoppeng, 25 November 2021

(Visited 72 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.