Oleh : Gusnawati Lukman

 Bahwa kehidupan itu adalah sebuah misteri, mutlak adanya. Banyak hal datang silih berganti. Beragam pun  cara orang menikmatinya. Terkadang kita menyaksikan di sekitar kita sebuah  keluarga yang kehidupan sosial ekonominya terlihat “wah”, rumah, perabotan, semuanya mentereng, mobil mewah berjejer di bagasinya, pokoknya harta melimpah ruah, namun disisi lain, kehidupan rumah tangga mereka berantakan. Percekcokan suami- istri yang sering dipicu rasa cemburu, tidak adanya lagi rasa kasih dan sayang karena masing- masing telah diperbudak oleh kesibukan yang tidak ada akhirnya. Anak-anak mereka ada yang terlibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas,dan masalah lainnya. 

Nun jauh disana, ada keluarga yang hidupnya pas-pasan, kadang mencari uang untuk belanja sehari-hari mereka harus berjuang banting tulang dari pagi hingga malam hari. Namun bagaimana mereka menikmati hidup ini patut kita acungi jempol. Mereka begitu enjoy, tidak mengeluh, makan sayur ditambah tahu dan tempe, kadang hanya garam saja,nasi dicukupkan, walaupun kadang masih  ingin tambah, namun mereka sudah puas dan menikmatinya dengan lahap.

Banyak anak dari keluarga kaya raya, namun terlantar pendidikannya. Banyak anak dari keluarga sederhana, yang menempuh pendidikan sambil membantu orang tuanya mencari nafkah bisa berhasil lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Ada yang  jadi dokter, AKABRI, dan dapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Seperti itulah, bahwa hidup adalah pertanyaan dan bagaimana kita menjalaninya adalah jawaban kita. (Gary Killer)

Kata-kata bijak tentang hidup dan kehidupan mengajarkan kepada kita betapa hidup yang kita miliki sangatlah berarti.

Semakin sering engkau TERBENTUR semakin memungkinkan engkau TERBENTUK. Hanya orang yang BERDAMAI dengan kejatuhan yang bisa mencapai PUNCAK”.

(RUSLAN ISMAIL MAGE)

Dalam menikmati lika-liku kehidupan, dibutuhkan rasa sabar, ikhlas, dan semangat yang kuat. Ketika kita sedang berjuang untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak namun sering terbentur, mencoba bangkit namun gagal lagi, yakinlah bahwa kita dalam proses pembentukan menjadi pribadi yang kuat dan tangguh. 

Orang tua saya dahulu cuma seorang petani yang menggarap sawah milik tuan tanah di kampung. Dengan tujuh orang anak, mungkin banyak orang yang menyangka mereka tidak mampu menyekolahkan kami. Dan memang kenyataan yang kami terima sungguh menyakitkan. Orang kampung banyak yang meremehkan keluarga kami. Mereka mencibir, mencemooh, seolah-olah mereka yang memberi kami makan. Ayah seorang pekerja keras. Orangnya jujur, dan penyabar. Banyak orang meremehkan kami, namun ia tetap bekerja tanpa peduli dengan semua itu. Ayah menyekolahkan kami dengan hasil sawah dan kebun. 

Memang kami tumbuh dalam keterbatasan ekonomi, namun karena itulah, kami tidak ingin mengecewakan perjuangan kedua orang tua yang banting tulang peras keringat hanya demi bisa menyekolahkan anak-anaknya dan melihatnya berhasil. Kami belajar bersungguh-sungguh, dan alhasil, ketujuhnya menjadi abdi negara semua. Empat orang jadi guru, tiga orang jadi ASN Kesehatan. Dan bisa dibayangkan bagaimana reaksi orang- orang yang selalu mencibir dan meremehkan keluarga kami.

Bahwa semua kehidupan adalah eksperimen, nyata adanya. Semakin banyak eksperimen yang kita buat, akan semakin baik. (Ralph Waldo Emerson). 

Banyak orang sukses yang semasa berjuang dulu selalu terbentur, gagal mencapai semua impiannya. Tapi mereka tidak berhenti sampai fase itu saja. Terbentur, gagal, bangkit kembali melanjutkan perjuangannya. Semakin sering kita terbentur, akan semakin memungkinkan kita terbentuk menjadi pribadi yang bisa berdamai dengan kegagalan. 

Adalah seorang Thomas A. Edison yang selalu menginspirasi orang-orang yang mengalami kegagalan untuk selalu bangkit memulai lagi di atas puing-puing kegagalan. Usahanya mengalami 1. 800 kali kegagalan sampai akhirnya sukses menemukan bola lampu yang menerangi dunia sampai sekarang. Sikapnya merespon suatu kegagalan atau persoalan dalam hidup menjadikannya manusia terbanyak penemuannya sepanjang Abad Milenium. 

Sahabat, puluhan kali kita mengalami kegagalan, kalau kita sudah berusaha dengan sekuat tenaga,enjoy sajalah. Perjuangan itu akan membawa kita ke puncak. Kita sudah ditempa dengan benturan-benturan yang membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh dan selalu berdamai dengan keadaan, dan kita tinggal menunggu hasilnya. Sebanyak orang yang tertawa melihat kita gagal, sebanyak itu pula yang akan tersenyum bisa membantu kita. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah: 214)

So, don’t worry, always be happy….!!!

Watansoppeng, 26 Desember 2021

Sumber Inspirasi:

  • Mage, Ruslan Ismail,2021. 21 Hukum Kesuksesan Sejati.Cimahi: Elfatih Media Insani.
(Visited 346 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.