Oleh : Gusnawati Lukman
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian tanpa ada interaksi dengan sesamanya. Kita butuh bersosialisasi dan bersilaturahmi agar hubungan dan komunikasi tetap terjalin dengan indah. Dalam hubungan itu, rasa saling hormat menghormati dan saling menghargai harus tetap dipupuk agar tidak ada sekat yang menghalangi. Perbedaan yang sering muncul jangan sampai menjadi alasan untuk saling bertentangan mempertahankan ego masing-masing.
Setiap jiwa ingin dihargai. Dan hal tersebut sangat manusiawi. Sekecil apapun penghargaan kita, itu sangat berarti. Saling menghargai adalah kunci keharmonisan hidup. Bang Ruslan Ismail Mage dalam kalimat inspiratifnya mengingatkan kita bahwa,” Tuntutan alami setiap JIWA ingin DIHARGAI. Jadi, hargailah setiap jiwa tanpa melihat ke tubuh siapa ia bersemayam, lalu bersiaplah menerima KEAJAIBAN Tuhan”.
Seberapa penting menghargai dan menghormati orang lain? Tentu kita sudah mengetahui dengan pasti jawabannya. Dengan menghargai dan menghormati orang lain tanpa memandang siapa mereka, akan menjadikan hidup lebih damai dan jauh dari komplik sosial dalam bentuk apapun.
Tentu kita juga menginginkan orang-orang di sekitar kita menghargai diri kita dan segala privasi yang kita miliki. Maka dari itulah, perlakukan orang lain sebagaimana kita memperlakukan diri sendiri, karena tuntutan alami setiap jiwa memang ingin dihargai walau di tubuh manapun ia bersemayam.
Dalam menjalin hubungan dengan sahabat-sahabat kita, saling menghormati dan menghargai jiwa serta privasi masing-masing juga sangat penting. Hargai ketidak adaan. Ketika seorang sahabat kita lagi tidak bersama dalam suatu acara, jangan sampai ada pembicaraan yang buruk atau menyinggung dia. Karena itu sama saja kita adalah sahabat yang tidak menghargai yang lainnya, karena membicarakan keburukannya disaat dia tidak bersama kita. Dan tentu kita tidak ingin hal itu terjadi pada diri kita.
Begitu pula dalam pergaulan di lingkungan pekerjaan kita yang dihuni oleh puluhan orang dengan jiwa serta karakter yang berbeda-beda, kita tidak bisa menghindari intrik-intrik kecil yang sering terjadi. Masing-masing kadang ingin menang sendiri. Kadang ada yang lebih mementingkan egonya sendiri. Dari situasi itu, alangkah baiknya kita tetap memegang prinsip solidaritas. Saling mengingatkan, menghindari segala percekcokan. Jika kita bisa saling menghargai, mengapa harus ada pertentangan. Perbedaan pendapat yang sering muncul adalah suatu hal yang wajar. Saling memotivasi satu sama lain adalah tanda kepedulian kita untuk mempertahankan keharmonisan suatu hubungan.
Beragam cara bisa kita lakukan untuk memupuk rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Saling memberikan atau menawarkan bantuan kala seseorang lagi berada dalam kesulitan, mengulurkan tangan kepada mereka tanpa membeda-bedakan, bersikap ramah dan murah senyum juga adalah bentuk penghargaan yang walaupun sangat sederhana namun besar artinya.
Hargai jiwaku, walau sekecil apapun hal yang aku berikan padamu.Sesederhana hubungan kebersamaan kita yang mampu membuatku menjadi makhluk yang paling bahagia. Aku sadar setiap kebersamaan pasti ada akhirnya, namun kebahagiaannya akan abadi dalam kenangan yang ditorehkan oleh saling menghargai. Hargai jiwaku, karena di dalamnya ada cinta kasih yang tulus.
Sahabat, ingatlah selalu kata-kata bijak ini,”Bahwa hidup ini akan indah bila kita saling menghargai satu sama lainnya. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Mari belajar saling menghargai dengan sebuah akal sempurna yang telah Tuhan anugerahkan”.
Hargai setiap jiwa walau di tubuh manapun ia bersemayam.
Watansoppeng, 27 Desember 2021
Sumber Inspirasi:
- Ruslan Ismail Mage Quotes’
