Oleh: Khatimah Bakrie

Liburan tahun ini berbeda dengan liburan tahun-tahun lalu. Kota Palopo tempat suamiku bekerja adalah pilihan mutlak setiap liburan, tapi kali ini dengan alasan ingin berkumpul lebih lama dengan mama yang semakin menua di kampung. Aku dan anak semata wayang mengisi liburan di tempat kelahiranku yang sejuk dan damai. Desa Rante Baru, Kecamatan Rante Angin, Kabupaten Kolaka Utara, adalah nama kampung kelahiranku.

Kolaka Utara sekarang terus berbenah mempercantik diri. Tahun ini, Kolaka Utara genap berusia 18 tahun, laksana anak remaja yang sedang beranjak dewasa. Begitulah Bumi kelahiranku ini, bagaikan bunga yang terus bermekaran memancarkan harum semerbaknya.

Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya destinasi wisata di beberapa tempat yang selama ini diabaikan. Untuk mengetahui lebih jauh, penaku akan mulai menyasar literasi wisata dengan menampilkan beberapa tulisan bersambung berkaitan tempat-tempat wisata yang telah kami kunjungi di Kolaka Utara. Berikut deskripsinya.

Pantai Lawekara

Tempatnya berada di kecamatan Rante Angin. Jaraknya kira-kira sekitar dua kilometer dari pemukiman warga. Dapat ditempuh dengan naik sepeda, motor, dan mobil. Pantai ini awalnya adalah kebun warga, lalu dikembangkan menjadi tempat wisata.

Pantai Lawekara ini, selain menyediakan gasebo yang disewakan untuk pengunjung, tersedia pula wahana untuk penggemar lagu (karaoke). Pengunjung yang hobi nyanyi bisa menyumbangkan lagunya secara gratis.

Sebagai tempat istirahat, disewakan gasebo Rp30.000 untuk duduk bersantai sambil makan-makan. Bagi pengunjung yang tidak kebagian gasebo karena jumlahnya terbatas, biasanya membawa tikar masing-masing.

Pantai Lawekara yang sudah kurang lebih dua tahun menjadi salah satu pilihan wisata warga lokal ini tidak terlalu luas, tapi cukup banyak pengunjung yang berdatangan, baik masyarakat sekitar kampung maupun dari luar Kolaka Utara. Pengunjung selalu bergantian berdatangan; pagi, siang, sore, bahkan malam hari. Terlebih memasuki tempat wisata ini tidak dipungut biaya alias gratis. Cukup membeli minuman atau snack yang tersedia di warung sekitar pantai, atau membawa bekal sendiri dari rumah.

Pantai Lawekara yang mulai dipopulerkan anak-anak muda dengan sebutan Lawekara Beach ini sangat sejuk. Apalagi di sore hari, sunset akan menampakkan dirinya pada pukul 17.30. Sangat indah dan mampu mendamaikaan jiwa dan menenangkan hati, sebagai tanda kesyukuran kepada Sang Khaliq, pencipta keindahan alam Lawekara Beach.

[Bersambung]

(Visited 65 times, 1 visits today)
One thought on “Ketika Penaku Mulai Bergoyang di Panggung Destinasi Wisata (1)”
  1. Masyaa Allah…narasinya luar biasa seakan destinasinya hadir dihadapan kita… Bunda Khey ditunggu edisinya kelanjutannya🌹🌹🌹

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.