Oleh: Tammasse Balla

Adakah di antara sahabat pernah bertanya-tanya, mengapa alat yang satu ini disebut kunci Inggris? Padahal, benda ini sering digunakan orang Indonesia dan banyak yang bukan produksi negara Inggris. Namun, orang Indonesia terlanjur menyebutnya sebagai kunci Inggris dalam penamaan sehari-hari.

Konstruksinya terdiri atas rahang diam, rahang geser ulir, penyetel, dan lengan. Apabila ulir penyetel diputar, rahang geser akan bergerak menyempit atau melebar.

Di beberapa negara Eropa seperti Perancis, Jerman, Portugal, Spanyol, Italia, dan barangkali juga Belanda, adjustable spanner memang disebut dengan English Key. Alasannya karena perkakas tersebut pertama kali ditemukan oleh insinyur Inggris bernama Richard Clyburn pada tahun 1842.

dulu, Indonesia dijajah Belanda. Tak heran bila kemudian terjemahan perkakas tersebut ke dalam bahasa Indonesia menjadi kunci Inggris. Padahal, sebenarnya kunci Inggris yang dikenal sekarang ini adalah hasil penyempurnaan dari english key yang diciptakan oleh Richard Clyburn tersebut. Adapun orang yang melakukan penyempurnaan tersebut adalah Johan Petter Johansson dari Swedia. Tak heran, di negara Denmark, Polandia, dan Israel, kunci tersebut dikenal dengan nama Swedish Key. Jadi, kunci Inggris juga biasa disebut sebagai Kunci Swedia.

Namun, kendati demikian, apa pun namanya alat yang satu ini punya fungsi luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. Kunci Inggris biasa digunakan untuk melepas atau mengencangkan mur atau baut jika ukuran kunci pas dan ring tidak ada yang sesuai. Perlu diingat, kunci ini tidak ditujukan untuk beban berat. Kunci Inggris harus tepat sesuai dengan ukuran mur atau baut tanpa membuat kepala baut menjadi bulat.

Lalu, apa relevansi antara kunci Inggris dengan bahasa Inggris?

Pada era revolusi industri 4.0 seperti sekarang ini, semakin banyak perkembangan yang terjadi di negeri ini. Mulai dari perdagangan bebas, semakin banyaknya berdiri perusahaan asing di Indonesia sehingga penggunaan bahasa internasonal seperti bahasa Inggris sudah sangat tersebar luas. Untuk para calon entrepreneur dan pencari kerja, sudah menjadi suatu keharusan menguasai bahasa Inggris agar bisa mengikuti perkembangan zaman.

Seperti apa pengaruh besarnya bahasa Inggris di dunia internasional?

Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Bahasa ini merupakan bahasa ibu untuk lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia. Dalam setiap hari, jutaan orang menggunakan bahasa Inggris di tempat kerja maupun pada kehidupan sosial. Ketika kepala pemerintahan bertemu, bahasa Inggris adalah bahasa yang paling sering digunakan. Ketika orang-orang dari bangsa yang berbeda saling bertemu, bahasa Inggris adalah satu-satunya bahasa penghubung internasional yang paling umum digunakan.

Jika sahabat masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah, beruntunglah masih punya banyak waktu mempelajari dan menguasai bahasa Inggris. Ada literatur pernah penulis baca, pemerolehan bahasa asing (bahasa Inggris) sangat efektif sebelum anak-anak memasuki usia balig. Pada usia seperti itu merupakan golden period memperlajari bahasa asing (bahasa Inggris).

Sekitar lima hingga sepuluh tahun ke depan (bahkan sekarang), sudah terjadi “inflasi sarjana”. Rata-rata mereka hampir dipastikan menguasai ilmunya dengan baik. Namun, di antara meraka itu ditengarai sedikit sekali skill bahasa Inggrisnya. Penguasaan bahasa Inggris inilah yang akan menjadi ciri pembeda dengan sarjana lainnya. Sarjana yang mengusai bahasa Inggris dengan lisan dan tulisan, tidak akan pernah “tidur di rumah” selama ia kreatif menciptakan lapangan kerja baru atau mendaftar di perusahaan-perusahaan asing.

Bagi yang sudah menjadi karyawan, keterampilan berbahasa Inggris bisa terus ditingkatkan. Dengan skill bahasa Inggris yang baik, kariernya kemungkinan besar akan terus menanjak. Jika bekerja di perusahaan asing, tuntutan keterampilan bahasa Inggris lebih besar lagi. Berkomunikasi via surat elektronik atau teleconference dengan perusahaan pusat ataupun perusahaan cabang di negara lain menjadi pekerjaaan sehari-hari bagi mereka yang bekerja di perusahaan asing. Semuanya menggunakan bahasa internasional, yaitu bahasa Inggris.

Simpulan dari tulisan ini bahwa kunci Inggris adalah satu alat yang dapat difungsikan membuka baut/mur berbagai ukuran. Praktis dibawa, hanya satu alat bisa multifungsi digunakan untuk berbagai masalah pada bidang tertentu. Sementara bahasa Inggris adalah ibarat “kunci Inggris” yang dapat digunakan untuk membuka “gembok ilmu” yang bertebaran di buku-buku. Kendala utama saat ini untuk membaca buku bermutu, karena kekurangtahuan atau minimnya penguasaan bahasa Inggris.

Penulis pernah mengadakan survii “iseng-iseng” di lima perpustakaan universitas terkemuka di Indonesia. Ternyata, koleksi buku berbahasa Inggris hanya dijadikan “pajangan”. Debunya menebal sampai 0,5 cm karena tidak pernah dibuka (dibaca).

Pesan moral dari tulisan ini, belajarlah bahasa Inggris selagi masih muda. Sangat menyedihkan jika mengetahui bahasa Inggris setengah-setengah atau kepalang tanggung. Penulis menyadari hal itu sehingga menghimbau sahabat-sahabat tercinta untuk memupuk ketertarikan generasi muda terhadap bahasa Inggris di lingkungan keluarga kita masing-masing.

Jika seumuran penulis belajar bahasa Inggris dengan keras, ada dua kemungkinan terjadinya peningkatan, yaitu: “peningkatan keterampilan berbahasa Inggris” atau “peningkatan tekanan darah”, hehehhe …….. Belajar di usia muda ibarat mengukir di atas batu. Belajar di usia tua, ibarat melukis di atas air.

Catatan:
Bagi sahabat muslim, tentunya anak-anak kita wajib khatam Al-Qur’an dulu sebelum masuk SD. Selanjutnya, diperkenalkan bahasa asing (bahasa Inggris). []

(Visited 320 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.