Jangan Ada Sekat di antara Kita
Oleh: Tammasse Balla Kemarin pagi (25 Maret 2026), cahaya Makassar jatuh dengan lembut di pelataran Unhas Convention Hall. Momentum ini seakan-akan ingin ikut bersaksi bahwa kemarin bukan sekadar ada pertemuan,…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh: Tammasse Balla Kemarin pagi (25 Maret 2026), cahaya Makassar jatuh dengan lembut di pelataran Unhas Convention Hall. Momentum ini seakan-akan ingin ikut bersaksi bahwa kemarin bukan sekadar ada pertemuan,…
Oleh: Tammasse Balla Ada manusia yang berjalan dengan mata penuh curiga. Setiap senyum orang lain ia tafsir sebagai ancaman, setiap keberhasilan ia dengar seperti denting lonceng kematian bagi harapannya sendiri.…
Oleh: Tammasse Balla Tahun 2025 segera pamit, seperti senja yang menutup pintu langit dengan lembut. Ia datang membawa cahaya dan bayang-bayang, keberhasilan yang menegakkan dada, juga kelelahan yang mengajarkan diam.…
Oleh: Tammasse Balla Ada orang-orang yang hidupnya seperti batu kali di tengah arus sungai, keras, kaku, tak mau bergeser meski air kehidupan berkali-kali “membelainya”. Mereka mematok diri pada aturan yang…
Oleh: Tammasse Balla Bepergian jauh selalu punya cerita yang sama, tubuh remuk, mata panas, pikiran setengah melayang. Terbang ke Amerika atau Kanada butuh waktu dua puluh empat jam, ke Eropa…
Oleh: Tammasse Balla Kali pertama menginjakkan kaki di Kota Manila, ada satu hasrat yang langsung memanggil-manggil dari sudut ingatan, yaitu mengunjungi museum sepatu Imelda Marcos. Di antara hiruk-pikuk kota, sejarah…
Oleh: Tammasse Balla Ada luka kecil yang diam-diam tumbuh bersemayam dalam diriku setiap kali berjumpa dengan orang asing yang berbicara bahasa Inggris seperti sedang berkumur-kumur air garam. Bunyi kata-katanya pecah…
Oleh: Tammasse Balla Pada suatu titik dalam hidup, kita menyadari bahwa perjalanan setiap manusia selalu dipandu oleh garis-garis tak terlihat yang ditulis dengan sabar oleh Tuhan. Kisah dr. Fachrul dan…
Oleh: Tammasse Balla Di tanah suci, orang datang dengan dada penuh harapan dan kerinduan. Mereka membawa beban hidup, mengusung doa yang tak muat ditulis di kertas mana pun, dan meneteskan…
Oleh: Tammasse Balla Mesir adalah negeri yang hidup dari kenangan. Di bawah langit gurun yang jarang tersiram hujan, bangsa ini bertahan bukan karena hasil bumi, tapi karena hasil sejarah. Sepanjang…