Oleh : Ghinda Aprilia
Risiko bekerja di dua rumah dan jadwal kerja tidak menentu. Efek wabah Omicron merajalela di Hong Kong, termasuk daerah Sham Shui Po, masih satu blok dengan apartemen yang saya tempati daerah zona merah.
Seperti biasanya, di malam Ahad jam 22.00 waktu Hong Kong, Tuan mengajak saya pergi ke rumah Koko yang berada di Nam Cheong. Biasanya saya ambil jalur kanan menuju Nam Cheong, tetapi ada niat mau lewat Circle OK, untuk kirim uang titipan. Sebelum nyebrang di Zebra Cross, ada Ambulance. Petugas rumah sakit dengan baju yang lengkap seperti yang sering saya lihat di TV. Melihat orang-orang seperti itu di TV sudah biasa, namun ketika di depan mata, hati lumayan deg-degan.
Sambil lari, tetap saja saya bandel. Penasaran melirik ada pemandangan aneh, seorang lansia didorong petugas kesehatan. Dalam hati bergumam, ” Oh mungkin orang sakit mau ke RS atau panti jompo. Lebih aneh lagi, karena ada seseorang yang membawa kamera besar, sambil mempercepat langkah. Hati tetap ngeyel menoleh lagi ke belakang,” Oh.. mungkin itu dari pihak rumah sakit atau wartawan yang meliput perkembangan Omicron.”
Sampai di rumah Nam Cheong, langsung lapor sama Koko. Dia tidak aneh karena mungkin sudah tahu beritanya.
“Iya, di situ ada 29 orang yang kena,” Kata koko sambil sibuk menyemprot seluruh tubuh saya. Entah cairan apa yang dia semprotkan.
“Hati-hati ya, kamu jangan ke pasar Sham Shui Po, di situ banyak yang kena, lebih baik belanja di sini,” Sambung Nona dengan berapi-api.
“Iya Mis,” padahal dalam hati grundel, boro-boro bisa belanja di sini dalam keadaan barang langka dan mahal, dalam keadaan stabil pun, di pasar Nam Cheong harga super mahal.
Hari Minggu pagi, waktunya berlibur. Tak seperti biasanya, mau pergi tak semangat, bukan takut karena Omicron, haqul yakin Allah melindungi saya, tentu dengan mematuhi peraturan. Yang membuat horor adalah denda bila melanggar prokes.
“Sini kamu lihat, itu tetangga kita positif,” Tuan memanggil saya yang lagi males-malesan di kamar.
“Hah, itu kan… yang semalam saya lihat di bawah?” Sebelumnya, waktu siang hari saya melihat toko-toko banyak yang tutup, termasuk 7 Eleven yang ada di depan kantor polisi.
Berangkat liburan siang, hanya ada perlu ketemu teman dan ke bank. Ketemu teman-teman tidak bisa ngobrol karena berkumpul hanya boleh dua orang. Saya abaikan ada teman-teman di markas, kebetulan saya lebih memilih dipijit teman.Sekali-kali tubuh perlu perhatian.
Sehabis dipijit, perut mulai keroncongan, saya pulang ke markas. Terlihat ada Teh Melinda dan Bunda Mawar sedang berbincang-bincang. Saya ajak mereka makan siang dobel makan malam karena waktu sudah sore. Nampak Bunda Mawar tak semangat, padahal saya bikin menu kesukaannya. Dia hanya mengambil nasi merah dan sedikit rendang jengkol.
Pagi ini lumayan kaget, di grup Keluarga KMF, Bunda Mawar mengunggah hasil tes swab positif.
“Teman-teman yang kontak dengan saya kemarin, tes swab ya!” Kaget sudah pasti ya, ketika mendengar teman sendiri positif. Dia bilang,”di hari Jumat dia merasa kering tenggorokan terus minum tolak angin biru, agak mendingan, tapi dia anggap biasa saja, karena kalau makan kerupuk biasanya radang.” Sabtu masih biasa dan Minggu belum ada tanda-tanda tapi sudah merasakan capek. Senin malam mulai demam, Selasa tes swab negatif. Sampai hari Rabu pagi, demam nggak kunjung reda, badan terasa letih, sakit ngilu dan pusing. Akhirnya tes swab lagi dan hasilnya positif, langsung karantina, mandi di kamar mengisolasikan diri dari majikan.
Yuk taati peraturan, jaga stamina tubuh, makan dan istirahat yang cukup. Simak yuk informasi terkini yang saya kutip dari HKFP, oleh Peter Lee 15 Februari;
Hong Kong akan membuka 7 klinik khusus Covid-19 dengan 1.619 kasus dilaporkan; pengujian backlog menyebabkan 5.400 infeksi awal.
Ketika gelombang Covid-19 kelima di kota itu terus membawa penghitungan harian lebih dari seribu infeksi, tumpukan tes yang belum dikonfirmasi telah terakumulasi di laboratorium pemerintah dan rumah sakit umum telah kewalahan.
Pejabat kesehatan telah mengumumkan bahwa tujuh klinik di seluruh Hong Kong akan mulai menawarkan layanan medis yang didedikasikan untuk pasien Covid-19 dengan gejala ringan mulai Rabu, karena kota itu melaporkan 1.619 kasus baru yang dikonfirmasi pada hari Selasa.
Ketika gelombang kelima kota terus membawa penghitungan harian lebih dari seribu infeksi, tumpukan tes yang belum dikonfirmasi telah terakumulasi di laboratorium pemerintah dan rumah sakit umum telah kewalahan.
Hingga Selasa, 90 persen tempat tidur di bangsal isolasi rumah sakit umum sudah terisi. Sara Ho, kepala manajer (keselamatan pasien dan manajemen risiko) dari Otoritas Rumah Sakit, mengatakan bangsal isolasi telah mencapai “batas atas” mereka.
Tujuh klinik yang baru didirikan akan dapat merawat 1.000 orang per hari secara total, kata Ho kepada wartawan pada briefing reguler Covid-19 hari Selasa.
Mereka akan beroperasi tujuh hari seminggu dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, dengan istirahat satu jam antara jam 1 siang sampai jam 2 siang, dan layanan mereka tidak akan terpengaruh oleh hari libur nasional, kata Ho, menambahkan bahwa pasien harus melakukan reservasi sebelum berkunjung.
Orang-orang yang telah di tes positif awal atau konfirmasi positif dengan gejala ringan – seperti demam,batuk dan sakit tenggorokan – dapat berobat ke klinik-klinik tersebut, yang menurut Ho, mereka akan dipindahkan ke rumah sakit jika diperlukan.Logo rumah sakit (3). Ho mengatakan Departemen Transportasi sedang mengatur cara untuk memindahkan pasien ke dan dari klinik yang ditunjuk.
Selama pertemuan pers mingguannya pada Selasa pagi, Kepala Eksekutif Carrie Lam mengatakan armada taksi khusus akan dibentuk untuk memindahkan pasien dan kontak dekat mereka ke klinik yang baru didirikan ini.
Dia mengatakan pedoman pengendalian infeksi akan dibagikan kepada pengemudi untuk membantu mencegah penularan.
5.400 kasus positif awal
Pada Selasa sore, Chuang Shuk-kwan dari pusat perlindungan kesehatan melaporkan 1.619 kasus positif yang baru dikonfirmasi, yang semuanya adalah infeksi lokal. Di antara mereka, 12 orang diduga kasus Delta dan 1.598 orang diduga Omicron.
Chuang mengatakan kota itu sedang mencari 5.400 kasus awal lainnya, termasuk spesimen yang dikirim ke laboratorium CHP dua hari lalu.
Sekitar 650 spesimen telah tiba di laboratorium pada hari Minggu, dengan 4.000 lainnya tiba pada hari Senin, kata Chuang. Lebih banyak spesimen masih dikirim ke laboratorium.
15-2 Covid-19
Menurut Chuang, laboratorium CHP menerima lebih dari 2.000 sampel positif awal pada hari Minggu dan telah memproses lebih dari 75 persen jaminan simpanan. Oleh karena itu, jumlah infeksi yang dilaporkan pada Selasa sore mencerminkan beban kasus hari Minggu.
Dengan lebih dari 4.000 spesimen menumpuk pada hari Senin, Chuang mengatakan CHP telah mengerahkan kembali tenaga kerja, mencoba merampingkan proses dan bekerja berjam-jam untuk mengatasi lonjakan sampel. “Mudah-mudahan [mereka] bisa selesai malam ini,” katanya.
Chuang juga mengatakan CHP telah memberi tahu Otoritas Rumah Sakit – yang menyumbang 500 hingga 1.000 sampel harian yang ditangani oleh lab CHP – bahwa mereka tidak perlu lagi menyerahkan spesimen untuk verifikasi karena kualitasnya “sangat baik selama ini.”
Hingga Selasa, Hong Kong telah melaporkan 26.670 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 221 kematian.
Dikutip dari HKFP Lens 16 Februari 2022:
Hong Kong berjuang untuk menahan wabah Covid karena rumah sakit kelebihan kapasitas
Kewalahan, kekurangan staf, dan peralatan yang tidak memadai, rumah sakit Hong Kong berjuang untuk
menangani gelombang kelima Covid-19 di kota itu.
Hong Kong sedang berjuang untuk menahan wabah varian omicron Covid-19 yang lebih menular, tetapi kurang mematikan, dengan rumah sakit yang kelebihan kapasitas. Gambar menunjukkan sebagian besar pasien lanjut usia di ranjang rumah sakit berbaris di luar departemen A&E, sementara antrian berjam-jam terbentuk untuk pengujian komunitas.
AFP covid-19 hongkong
Orang-orang berbaring di ranjang rumah sakit di luar Caritas Medical Center di Hong Kong pada 15 Februari 2022, saat kota itu menghadapi gelombang virus corona Covid-19 terburuk hingga saat ini. Kota ini telah melaporkan 26.670 infeksi dan 224 kematian sejak awal pandemi lebih dari dua tahun lalu.
Sakit covid-19
Caritas Medical Center di Sham Shui Po pada Rabu, 16 Februari. Polisi yang mengenakan alat pelindung diri (APD) berdiri ketika orang-orang menunggu di luar rumah sakit Pok Oi di Hong Kong pada 15 Februari 2022, saat kota itu menghadapi gelombang virus corona terburuk hingga saat ini.
Di manapun teman-teman berada, semoga Allah selalu melindungi kita semua!

Sereeem bangeeet nih, Ghinda.
Sesungguhnya di Indonesia juga banyaaaak….hanya diam-diam saja gak panik, dikarantina di rumah sendiri.
Alhamdulillah sepertinya rumah sakit tidak meledak seperti awal covid 16, dua tahun yal.
Sebulan terakhir kan saya bolak-balik kedua rumah sakit. Tampak tidak seseram dulu, alamdulillah.
Marilah kita perkuat beribadah, berzikir dan sedekah.
Insya Allah sebagai penangkal penyakit.
Salamdoaku untukmu dan teman-teman di Hongkong.
Semoga kita jumpa kembali.
Kangen euy!