Beberapa waktu belakangan ini, setiap orang punya kesibukannya masing-masing, begitupula dengan kami yang sibuk dengan perkara yang datang silih berganti. Trend terhadap suatu tindak pidana maupun perdata sepanjang tahun 2022 ini semakin meningkat.

Beragam masalahnya, dan menghadapinya juga perlu metode, strategi untuk melawan dan bertahan. Konsepnya hanya satu. Bekerja dengan professional.

Alhamdulillah, mereka memberikan kepercayaan kepada kami untuk membantu mencari keadilan terhadap perkara yang tengah mereka hadapi.

Kami tidak bisa bilang alhamdulillah, karena sejatinya itu musibah. Kami juga tidak bisa bilang astagfirullah karena sejatinya itu juga bagian dari rezeki. Cukup kerjakan secara professional berdasar pada peraturan perundang undangan-undangan serta nilai etik.

Menurut hemat kami, tidak ada seorangpun yang mau berhadapan dengan persoalan hukum. Keterpaksaanlah yang menjadi salah satu faktor terjadinya tindakan tersebut.

Siri (malu) dalam budaya Sulawesi juga menjadi musabab utama terjadinya suatu tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Cara melihatnya sederhana.
Setiap yang datang ke lembaga peradilan atau lembaga pelayan pengayom pelindung masyarakat, serta lembaga pencari keadilan. Adalah mereka yang merasa dirinya benar. Hampir semua begitu !!

Itulah mengapa? Dalam setiap perbuatan, siapa yang melaporkan maka harus membuktikan. Dan siapa yang terlapor, harus pula membantah dan membuktikan tuduhan si pelapor.

Negara kita saat ini, sangat urgent nilai keadilan. Itulah sebabnya keadilan itu sangat mahal harganya. Bukan hanya kemiskinan yang menjadi soal dalam bernegara saat ini.

Kutipan film drama India pernah ngomong seperti ini:
Bahwa lawan dari kemiskinan bukanlah kekayaan melainkan keadilan.
Bahwa karakter bangsa tidak tercermin dari cara kita memperlakukan orang kaya dan istimewa. Tapi bagaimana kita memperlakukan dengan adil orang miskin yang teraniaya dan dihina.

Jika kita melihat diri kita lebih dekat dan jujur, maka kita akan melihat yang kita butuhkan. Cuman keadilan dan belas kasih yang sebenarnya kita butuhkan untuk hidup bernegara.

Jika sistem memperlakukan orang kaya yang bersalah lebih baik dari orang miskin dari yang tidak bersalah, maka kita bukanlah adil.

Jika keadilan itu setara melindungi hak tanpa memandang kekayaan ras ataupun status, maka mimpi buruk bagi orang-orang yang tidak bersalah miskin dan teraniaya segera berakhir.

Akhir kata, keadilan bagi seluruh rakyat negara Indonesia, merupakan hak dasar yang harus diberikan.

#AH

(Visited 24 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: