Oleh: H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si.*

Teruslah berkarya, karena hanya orang yang berbuat dan berkarya saja yang bisa dapat kritikan. Selebihnya, bila tidak ingin mendapatkan kritikan, berbuat apa adanya saja.

Muhammad Idrus

Ungkapan di atas lahir untuk mengantar penerbitan buku “Pandemi Cinta di Taman Literasi” karya cerdas Bunda Rosmawati. Betapa tidak, dipercaya untuk memberi kata pengantar pada buku penulis Bengkel Narasi merupakan suatu kebanggaan tersendiri, tetapi juga menjadi beban moril untuk merangkai kata yang bermakna. Namun, karena dahsyatnya kandungan energi kreatif dalam buku Bunda Literasi Kolaka Utara ini, seketika penaku langsung bergoyang.

Sejak munculnya komunitas menulis Bengkel Narasi di Bumi Patampanua, terasa virus literasi yang ditularkan benar-benar ganas. Hampir setiap hari tulisan-tulisan inspiratif bermunculan di media sosial, baik itu dari akademisi, guru, ASN, ibu rumah tangga, siswa, maupun dari anggota legislatif.

Sebagai pemerhati pendidikan, saya sangat bangga para pendidik, khususnya guru-guru yang ada di Kolaka Utara, semakin berani dan kreatif menuangkan ide dengan tulisan-tulisan inspiratifnya.

Terkait dengan literasi menulis, 14 abad yang lalu Rasulullah saw sudah menekankan para sahabatnya untuk melakukan itu. Dalam salah satu hadis nabi yang artinya, “Apabila engkau mendengar sesuatu (dari ilmu), maka tulislah walaupun di atas tembok.

Kehadiran ibu Rosmawati dalam gerakan literasi selama ini bagaikan obor yang yang tak henti menyalakan api semangat, utamanya generasi muda dan khsususnya kaum pendidik. Bahkan, lebih luar biasanya, ia mengkoordinir siswa-siswi di Kolaka Utara bergabung dalam komunitas menulis “Pena Anak Indonesia (PAI)” untuk dibina menjadi penulis muda andal.

Kehadiran buku pertamanya yang berjudul “Ensiklopedia Sang Penggerak” yang sudah di tangan saya, menjadi saksi bahwa keuletannya mengumpulkan tulisan-tulisan inspiratif sang penggerak Ruslan Ismail Mage patut diapresiasi. Hebatnya lagi, baru lima bulan lalu melaunching bukunya sekarang buku keduanya berjudul, “Pandemi Cinta di Taman Literasi” kembali terbit menginspirasi pembacanya.

Buku ini telah mengabadikan “taman literasi” Kolaka Utara yang akan terus berbenah menjadi salah satu pusat transformasi ilmu pengetahuan di Bumi Patampanua. Akhirnya, kepada ibu Rosmawati saya ucapkan selamat atas terbitnya buku ini. Teruslah berkarya, karena hanya orang yang berbuat dan berkarya saja yang bisa dapat kritikan. Selebihnya, bila tidak ingin mendapatkan kritikan, berbuat apa adanya saja. Jadi teruslah berkarya untuk peradaban.

*Rektor Institut Teknologi dan Sains (Intens) Muhammadiyah Kolaka Utara.

(Visited 111 times, 1 visits today)
One thought on “Teruslah Berkarya untuk Peradaban”
  1. Dengan tulisan kami bisa membaca dg tulisan kami bisa memahami.dengan membaca ilmu bertambah.8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: