Berita Duka menjadi akhir kisah penyintas kanker Winda Pranesti istri dari Annas. Perjuang melawan kanker payudara pasca operasi harus terhenti, sebab Allah SWT lebih sayang kepada hambanya yang baik ini.

Berdasarkan informasi yang beredar di portal online, kata Penyintas adalah orang yang berusaha memertahankan kehidupannya. Kata penyintas lebih tepat diberikan kepada individu yang terkena kanker dengan melakukan berbagai usaha untuk menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapinya.

Winda Pranesti (29), sebelum meninggal dunia, mendiang istri Murobattoh Annas ini memang mengidap penyakit kanker payudara stadium 3 B.

Kabar duka ini mengejutkan sekaligus mengakhiri perjuangan seorang penyintas kanker payudara. Yang paling menyedihkan, wanita kelahiran Gunung Kidul, 24 Oktober 1992, tersebut meninggal masih berusia sangat muda, Kamis, 30 Juni 2022 sekitar pukul 06.22 WIB.

Sebelumnya Winda menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Jl. Jend. Sudirman Km, 3,5 Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, Palembang, Sumatera Selatan 30126 karena kanker payudara yang ia derita. 

Melalui unggahannya di grup whatsApp keluarga, Murobattoh Anas merupakan adik keempat saya, mengabarkan berita duka atas berpulangnya Winda Pranesti (29) seorang istri dan ibu dari 2 orang anak yang masih kecil-kecil.

“Innalilahi wainnailaihi rojiun telah meninggal dunia istri saya Winda Pranesti binti Edi Susanto alias Suparno, mohon maaf atas segala kesalahannya,” tulis Annas sapaan akrab Murobattoh Annas.

Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga di Palembang, jenazah Winda dikuburkan di Pemakaman Keluarga Besar Masagus Haji Dahlan Palembang, Km. 9, Jalan Pengadilan Tinggi, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang. Kamis, 30 Juni 2022 pukul 16.30 WIB.

Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diterima semua amal baiknya dan diampuni segala dosanya. Dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin.

(Visited 52 times, 1 visits today)
2 thoughts on “Akhir Kisah Penyintas Kanker Payudara yang Berusia Muda”
    1. Allah SWT lebih menyayangi hambanya, terimakasih bunda. Maaf baru menyapa ini. Semoga bunda selalu sehat dan terus mengukir tinta indah dalam bingkai bengkel narasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: