Makassar – Usai shalat Subuh, Minggu (10/07/2022) terdengar suara takbiran berkumandang secara terpimpin diikuti jamaah Masjid Babussalam maupun di Lapangan Sepakbola yang berlokasi di dalam Perumahan Bumi Permata Sudiang kota Makassar.
Sejak pagi kumandang takbir, tahmid dan tahlil tersebut menarik perhatian warga sekitar. Sontak suka cita menggugah animo warga BPS berbondong-bondong menyambangi Lapangan Sepakbola BPS untuk melakukan ritual sholat idul adha secara berjamaah.
Perayaan Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah oleh seluruh umat Islam di dunia. Di hari tersebut, umat muslim akan menjalankan sholat Ied atau sholat Idul Adha lalu dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Minggu 10 Juli 2022.
Meski ada perbedaan waktu pelaksanaan sholat idul adha 1443 H, tak mengurangi antusiasme warga perumahan bumi permata sudiang untuk berbondong-bondong menuju lapangan sepakbola Bumi Permata Sudiang guna melaksanakan sholat idul adha secara berjama’ah. Tidak ada perbedaan, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lokasi ini selalu menjadi rujukan warga perumahan BPS Makassar untuk menggelar sholat Idul Adha maupun Idul Fitri, lantaran posisinya berdekatan dengan Masjid Babussalam Bumi Permata Sudiang.
Bertindak sebagai imam sholat idul adha, Ustad Alam Khadafi, sementara khatib oleh ustad Baharuddin, S.Ag.
Ustad Baharuddin membawakan khutbah kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS, karena idul qurban tidak terlepas dari peristiwa antara Nabi Ibrahim AS dengan Nabi Ismail AS. Yakni ketika Nabi Ibrahim bakal menyembelih sang putra atas perintah Allah SWT, beserta hikmah dibaliknya.
Ustad menyampaikan ulil albab, yakni mereka yang menggunakan potensi fikir dan dzikir. “Ketika ia berfikir, maka ia juga berdzikir, ketika ia berdzikir maka ia berfikir,” sambung Ustad Baharuddin.
Lalu, Ketika datang perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Perintah ini datang dalam mimpi Nabi Ibrahim yang kemudian disampaikan kepada Nabi Ismail untuk meminta pendapatnya.
Ustad juga menyebut dari peristiwa tersebut ada hal menarik yang harus diperhatikan. “Bahwa itu perintah Allah SWT jangan menggunakan akal, tetapi kerjakanlah meskipun itu tidak sesuai dengan akal kita, dimana ketika seorang ayah untuk menyembelih putranya, dari sudut manapun tidak diterima oleh akal, tapi karena ini perintah dari Allah SWT harus dikerjakan, itu yang harus dilakukan dan jangan pergunakan pendekatan akal ketika datang perintah dari Allah SWT kepada kita sebagai hambanya,” urainya.
Qurban yang kita lakukan hari ini pada hakekatnya bukan sekedar menyembelih hewan qurban, tapi jauh daripada itu bagaimana diri kita berqurbam dihadapan Allah SWT dengan apapun yang kita miliki.
“Pada hakekatnya berqurban tidak hanya sekedar menyembelih hewan qurban, tapi bagaimana mengurangi seluruh sifat-sifat yang tidak baik pada diri manusia, sembelih dan memotong untuk menghilangkan dari sifat kesombongan karena harta, sombong karena pangkat dan jabatan, sifat sombong karena status sosial inilah yang harus kita hilangkan dari kehidupan kita,” beber Ustad Baharuddin.
Ustad Baharuddin mengajak jamaah untuk menjaga akidah, meluruskah tauhid dan berkomitmen terhadap apa yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS serta menjaga generasi kita kedepan, kita berharap anak-anak yang Allah titipkan kepada kita menjadi anak soleh dan solehah dan berharap menjadi teman-teman kita di surga, jangan terpisah dari orang tua. Kemudian bertauhid Iyyakaa na’budu wa iyyaaka nasta’iin, bermakna bahwa Allah SWT memerintahkan kepada umat Muslim untuk ikhlas dalam beribadah dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
“Semangat berqurban bukan sekedar menyembelih hewan qurban, tapi lebih daripada itu menyembelih sifat-sifat yang ada pada diri kita,”pungkas ustad Baharuddin.
