Oleh: Ruslan Ismail Mage

Hari Lebaran Idul Adha 1443 H Minggu (10/7), hampir seluruh karyawan perkantoran dan perusahaan diliburkan sebagai bentuk pemuliaan hari besar kurban bagi umat Islam, tidak terkecuali Klinik Inggit Medical Centre (IMC) Makassar.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan, sesungguhnya liburan karyawan pada hari-hari besar membuat seorang owner berada pada level kewaspadaan tingkat tinggi, karena penyakit tidak perah libur menyerang orang.

Hal inilah yang terjadi pada Minggu malam pukul 24.00 waktu Makassar. Kebetulan ada pasien gawat darurat dengan kondisi kesadaran menurun yang harus dirujuk ke rumah sakit. Karyawan yang jaga malam tidak ada yang bisa bawa mobil, sementara sopir ambulans klinik pun libur selama tiga hari.

Sebagai pemimpin, tidak boleh membiarkan kondisi darurat merebut waktu. Karena itu sang owner yang baru tiba dari luar kota segera mengambil kunci ambulans. Perawat dan suster seolah-olah hampir tidak percaya kalau Pak Haji, sapaan akrab owner IMC, yang akan mengantar pasien gawat itu ke RS Wahidin Makassar.

“Demi kemanusiaan, saya bertindak selaku sopir ambulans malam ini,” kata Pak Haji Tammasse Balla dengan mimik serius. Sambil membunyikan sirene, ambulans pun berlalu dari IMC menerobos malam pekat dan sepi.

Membaca statusnya di facebook menjadi sopir ambulans, saya teringat beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya di IMC Makassar. Pak Haji berpesan, “Saudaraku, peluklah kemanusian kapan dan di mana pun berada, agar hidup kita bermakna dan berkah bagi orang lain.”

Pesannya itulah yang saya konstruksi menjadi filosofi dalam komunitas menulis yang saya bentuk dengan tagline, “Menulis sambil memeluk kemanusiaan, menulis sambil mengurus kehidupan, dan menulis sambil berbagi kepada sesama”.

Sukses selalu IMC Makassar. Bersama sang owner visioner, insyaa Allah IMC terus berproses menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik di Makassar.

(Visited 1,204 times, 1 visits today)
4 thoughts on “Di Ujung Malam Memeluk Kemanusiaan”
  1. Subehanallah masyaallah benar” seorang pemimpin yg patut di teladani.
    Sang owner IMC pak haji tammase balla ,benar” memeluk kemanusian di mabapun dia berada .
    Benar kata Bang RIM bila ingin hidup kta bermakna & berkah bagi orang lain .maka menulislah sambil memeluk kemanusian ,menulis sambil mengurus kehidupan ,dan menulislah sambil berbagi kpd sesama ,bila
    ketiga hal tersebut di terapkan niscaya hidup kita akan berada dlm ketenangan ,ketentraman & kedamaian I LIKE 🙏👍👍

  2. NUR ALAM,S.AP. itu bukan karya saya tpi karya bang Rim yg sangat luar biasa sarat dgn motifasi,dapat menggelora di hati

  3. Dimana dan kapan pun orang nembutuhkan
    Pertolongan disitu pulahlah kita bebagi.baik
    Pikiran tenaga ataupun materi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.