Oleh *Annisa Fitri

Kurang lebih empat tahun tak bersua, ada rasa rindu narasi-narasi inspiratifnya penyemangat jiwa. Kini “Anak literasi Minangkabau” begitu menyebut dirinya telah kembali membersemai jiwa kami. Gebrakannya selalu tetap sama menggelora berapi-api menyemangati kehidupan.

Mungkin sahabat kampus sudah bisa menebaknya. Dialah dosen inspiratif kami bapak Ruslan Ismail Mage yang telah kembali ke tanah Minang ini. Ia bukan hanya sekedar mencerdaskan mahasiswanya, tapi juga pengisi jiwa-jiwa yang kosong akan sukacita, harapan, atau mimpi dalam menjalani kehidupan.

Banyak filosofi kehidupan yang beliau sampaikan, tapi yang membuat saya tertarik dan penasaran hingga kini adalah, “Teori Layang-Layang” yang disampaikan beberapa waktu lalu. Saya belum memahami makna yang terkandung dalam filosofi layang-layangnya ini. Saya pikir hanya sekedar tarik ulur, tapi nampaknya ada makna tersembunyi di dalamnya.

Alhamdulillah, hari ini saya bisa menanyakan langsung kepemilik teori itu. Ternyata layang-layang banyak mengajarkan kita tentang hukum proses, warna kehidupan, hubungan, ketangguhan mengudara, tantangan, serta kegagalan.

Menurutnya, hidup itu, “strategi”. Dengan menggunakan analogi permainan layang-layang, ia menjelaskan dalam hidup harus punya sikap yang tegas agar tidak gampang dipermainkan orang. Jangan seperti layang-layang yang diombang-ambingkan angin. Dalam interaksi sosial harus cerdas kapan menarik talinya dan kapan harus mengulur. Jangan pernah membiarkan dirinya gampang dinilai orang.

Ketika angin kencang melanda, layang-layang bisa jadi putus kalau tidak cakap memainkan talinya, kapan diulur, kapan bertahan, dan kapan ditarik. Begitu pula kehidupan. Ketika ada masalah melanda, bisa jadi menjatuhkan kita kalau tidak punya kemampuan memanajemen emosi. Kapan harus bertahan dan kapan harus mengalah.

Keberhasilan menerbangkan layang-layang tidak sekadar kemampuan memainkan talinya, tetapi bagaimana kondisi cuaca yang susah ditebak. Keberhasilan menata kehidupan bukan hanya karena memiliki kemampuan ekonomi, jabatan, atau gelar akademik, tetapi juga kemampuan mengendalikan emosi dan ego.

Hidup itu proses yang butuh persiapan, rancangan, tujuan, dan semuanya perlu rumus. Dalam permainan layang-layang, satu yang tidak bisa dikendalikan yaitu cuaca. Dalam hidup perlu dibekali ilmu pengetahuan, tetapi satu yang tidak bisa dielakkan yaitu takdir.

Kita memang tidak tahu ke mana takdir membawa kita berlayar dalam samudera kehidupan, yang perlu kita ketahui hidup itu harus punya tujuan bak nakhkoda kapal yang membawa kita berlabuh ke daratan. Tak ubahnya seperti layang-layang tadi, upaya terbang tinggi tak selamanya dengan uluran talinya, diperlukan sikap berserah diri terhadap sang kuasa pemilik kehidupan.

Apa yang kita lakukan harus siap dengan rencana-rencana alternatif. Ketika berada dalam kondisi yang tidak sesuai harapan, di situlah kita perlu kendali. Itulah pentingnya menjaga hubungan silaturahmi karena sewaktu-waktu bisa saja putus dan kesempatan itu akan hilang begitu saja.

Makna yang tersembunyi lainnya adalah ketika layang-layang terbang tinggi hilang dari pandangan di angkasa, segera ditarik kembali agar muncul ke permukaan memancarkan pesonanya. Seperti itulah sang inspirator kami bapak Ruslan Ismail Mage yang tidak pernah jenuh menyemangati kami untuk segera muncul ke permukaan dengan segala energi kreatif kami. Karena menurutnya, hanya benda yang muncul ke permukaan yang gampang ditemukan.

Kecintaannya terhadap Ranah Minang membawanya kembali dengan visi mengembalikan Minangkabau sebagai pusat lahirnya penulis besar nusantara, dengan gerakan literasinya, “Menciptakan 1000 penulis anak (siswa) di Minangkabau. Ibarat Pepatah “Satinggi-tinggi tabang bangau, turunnyo ka kubangan juo.” Maksudnya, sejauh apa pun beliau pergi, namun hati beliau tetap rindu pada Ranah Minang Ini. Terima kasih bapak, tetaplah selalu menjadi inspirasi kami. Kini saya tidak penasaran lagi dengan “Teori layang-layang”.

*Akademisi Universitas Ekasakti Padang

(Visited 121 times, 1 visits today)
2 thoughts on “Penasaran Teori Layang-Layang”
  1. Mantap tulisannya sangat menginspirasi
    dengan teori layang – layang , sukses selalu dalam karya -karyanya .di tunggu karya selanjutnya .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: