Oleh: *Sayid Anshar

Setiap ciptaan sang khalid Allah Swt memiliki manfaat dan menjadi pembelajaran dalam setiap kehidupan. Sebagaimana kata bijak seorang filosof bahwa siapa pun, kapan pun, dimana pun itu adalah guru kita. Artinya, siapa dan apa pun ciptaan Tuhan, kapan pun waktunya dan dimana pun kita berada selama memberikan pelajaran itu adalah guru kita, termasuk hujan dan payung. Dalam konteks budaya Minang, ini yang disebut, “Alam takambang jadi guru”.

Belajar pada hujan dan payung dalam kehidupan, bisa dimaknai hujan sebagai sesuatu yang menyerang, sementara payung adalah sesuatu yang bertahan. Hujan menjatuhkan airnya ke payung tanpa henti sementara payung menahan air sang hujan tanpa mundur sedikit pun. Namun, yang terjadi adalah payung bisa bersih seketika dengan guyuran air hujan.

Makna yang tersirat dalam pembelajaran hujan dan payung adalah bahwa terkadang pertentangan yang terjadi memiliki kebaikan, dalam artian setiap serangan atau kritikan dari mana pun baik dari dalam maupun dari luar, selama diterima dengan kesabaran, pemahaman yang kuat, dan penuh keikhlasan, maka semua itu akan memberikan manfaat positif dalam kehidupan.

Hujan dan payung memberikan pembelajaran yang sangat berharga sebagaimana yang kita pahami bahwa, semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa memberi manfaat dalam kehidupan. Tinggal bagaimana seorang hamba mengetahui, mengerti, dan memahami hakikat dari setiap apa yang ada dalam kehidupan ini.

*Akademisi Universitas Ekasakti Padang

(Visited 196 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.