Indonesia saat ini banyak mengalami masalah-masalah social, diantaranya yang makin menurun di masyarakat dibuktikan dengan banyak orang yang sepertinya lebih betah dengan sosmed (facebook, twitter, path, instagram). Buku bacaan tergantikan oleh adanya gadget dan dunia maya. Tak heran jika peringkat baca Indonesia dibanding negara lain berada diperingkat 60 dari 61 negara (study central connecticut state university 2016). Waktu yang digunakan dalam seminggu 6 jam untuk membaca; 21 jam bermain smartphone; 24 jam menonton tv; dan 49 jam tidur.
Rendahnya minat baca merupakan sedikit contoh perilaku yang berkembang di masyarakat luas, dimana perilaku-perilaku tersebut jika tidak diubah maka akan memberikan dampak negative yang luas dimasyarakat. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam merubah perilaku individu. Salah satunya adalah dengan menerapkan social marketing atau pemasaran social yang komprehensif dan tepat sasaran, guna untuk mempengaruhi seseorang merubah perilakunya secara sukarela dalam rangka meningkatkan kesejahteraan individu dan juga masyarakat dimana individu tersebut menjadi bagian (Andreassen, 1994).
Secara umum social marketing bukan merupakan sains tetapi lebih kepada kegiatan professional yang bergantung pada beragam disiplin ilmu dalam rangka menciptakan program-program intervensi untuk merubah perilaku manusia (Smith,2006). Demikian hanya dengan pustakawan sebagai tenaga professional dalam mengelola sebuah perpustakaan, mengetahui apa yang harus dilakukan agar informasi tentang jasa layanan perpustakaan bermanfaat bagi pengguna/pengunjung perpustakaan. Peranan pustakawan dalam mengubah perilaku masyarakat, salah satunya dengan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) sekarang serba canggih untuk mempermudah dalam menjangkau segala informasi dengan menggunakan berbagai media. Untuk itu dibutuhkan sebuah media yang bisa menyalurkan itu semua, agar informasi tersebut bisa dikenal banyak oleh masyarakat. Media yang mampu memperkenalkan tersebut adalah media promosi dimana promosi dapat memudahkan seseorang mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh konsumen. Demikian hanya dengan media promosi yang digunakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (DPK SulSel) untuk meningkatkan minat baca, memperkenalkan jasa perpustakaan serta meningkatkan jumlah pemustaka.
Keterampilan dan kemampuan pustakawan dalam menuangkan ide/konsep Prmosi Perpustakaan
Promosi perpustakaan yang telah dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan social marketing, tetapi tetap menerapkan teori-teori dari pemasaran komersial dalam aplikasinya, target yang ingin dicapai oleh social marketing berbeda dengan pemasaran komersial. Jika dalam pemasaran komersial, konsumen diminta untuk membeli suatu produk, beralih ke merk lain atau membicarakan mengenai keunggulan perusahaan, maka promosi layanan, menyampaikan informasi ke masyarakat tentang jasa layanan perpustakaan yang dapat dimanfaatkan bagi pengguna/pengunjung perpustakaan.
Berikut ini beberapa keterampilan dan kemampuan pustakawan dalam menuangkan ide/konsep promosi perpustakaan :
- Buletin
- Brosur
- Website https://www.koleksilokal.com/ dan https://www.peragaiptekdpksulsel.org/
- Media Sosial
