Oleh : Andrayani*

Saya yang terbuang, seakan hina yang kau tinggalkan. Hancur saya seorang, kau rakit bahagia dengan orang. Baiklah, berdarah-darah saya seret hati ini pergi. Tidak ada yang salah, hanya saja waktu dan keadaan yang membuat kita berpisah.

Berkatalah bahwa “Aku akan baik-baik saja”, hingga semua orang menyadari “Aku sudah lama terluka”. Dibantai habis-habisan oleh keadaan, perasaan, pikiran dan hati yang lebam.

“Lepaskan, kemudian ikhlaskan”. Mulut bisa dengan mudah merelakan. Namun, hati belum tentu. Mereka tak pernah mengerti, bahwa terkadang berusaha untuk ikhlas lebih sulit daripada melepas.

Banyak orang yang berpikir akan mengubah dunia, tapi ia lupa untuk mengubah dirinya sendiri. Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, bandingkan dirimu dengan pribadi yang kemarin.

Senyuman terbaik datang setelah saat-saat tersulit, jangan pernah biarkan kesedihan masa lalumu membuatmu merusak kebahagiaan saat ini. Lepaskan lalu ikhlaskan. Sesungguhnya kesedihan dan derita punya saudara kembar bernama “Kebahagiaan”. Tinggal menunggu waktu.

*Mahasiswa Jurusan Ekonomi Unes Padang

(Visited 149 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.