Salah satu hal yang bisa membuat kita bahagia di pagi hari adalah bunga cinta kasih tak bersyarat. Ada istilah klasik kalau rasa yg berbicara semuanya akan berakhir indah.

Seperti halnya tanaman bunga, perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang. Ketika kita berhenti untuk merawatnya dan menjaganya dengan lembut, perlahan-lahan pun akan kering dan mati.

Sesungguhnya cinta itu tak kenal musim apalagi kasta. Demikian pula pada bunga aglonema , tak kenal lokal atau pun impor. Kalau hati sudah terpaut papapun terasa golden hope.

Semua tergantung rasa, dan alangkah sedihya jika cinta memgenal musim. Ada uang abang sayang, atau ketika rambut memutih cintapun hilang.

Demikian pula pada tanaman khususnya aglounema yang sudah terlanjur melekat pesonanya di hati. Meski kadang lonyot diterjal angin panas dan hujan namun tetap berusaha mempertahankannya dengan sejuta cara agar bisa tetap bersemi kembali.

Demikian pula yang namanya cinta harapan takkan memudar walau sampai menua tetap bersama hingga yang kuasa berkehendak. Pintaku tetap satukan hati kami sama halnya menyatunya hatiku pada sang ratu daun Sri Rejeki. Kini bersamamu, cintaku terus berbunga-buna dalam se pot bunga. Akan kurawat dengan hati hingga membuatku jatuh cinta berkali-kali.

*Penikmat literasj menulis di Bumi Patampanua

(Visited 101 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.