Salah satu hal yang bisa membuat kita bahagia di pagi hari adalah bunga cinta kasih tak bersyarat. Ada istilah klasik kalau rasa yg berbicara semuanya akan berakhir indah.
Seperti halnya tanaman bunga, perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang. Ketika kita berhenti untuk merawatnya dan menjaganya dengan lembut, perlahan-lahan pun akan kering dan mati.
Sesungguhnya cinta itu tak kenal musim apalagi kasta. Demikian pula pada bunga aglonema , tak kenal lokal atau pun impor. Kalau hati sudah terpaut papapun terasa golden hope.
Semua tergantung rasa, dan alangkah sedihya jika cinta memgenal musim. Ada uang abang sayang, atau ketika rambut memutih cintapun hilang.
Demikian pula pada tanaman khususnya aglounema yang sudah terlanjur melekat pesonanya di hati. Meski kadang lonyot diterjal angin panas dan hujan namun tetap berusaha mempertahankannya dengan sejuta cara agar bisa tetap bersemi kembali.
Demikian pula yang namanya cinta harapan takkan memudar walau sampai menua tetap bersama hingga yang kuasa berkehendak. Pintaku tetap satukan hati kami sama halnya menyatunya hatiku pada sang ratu daun Sri Rejeki. Kini bersamamu, cintaku terus berbunga-buna dalam se pot bunga. Akan kurawat dengan hati hingga membuatku jatuh cinta berkali-kali.
*Penikmat literasj menulis di Bumi Patampanua
