Perubahan selalu terjadi dan tidak bisa kita hindari. Perubahan yang membuat kita merindukan masa lalu yang telah menjadi sejarah. Sejarah yang terus menerus kita ceritakan ke anak cucu kita. Sejarah yang tidak akan meraka alami dalam hidupnya.

Seperti halnya aktifitas anak-anak dulu dengan sekarang sangat jauh berbeda. Mulai dari bermain, bergaul, besekolah dan berkomunikasi.

Teringat olehku masa itu. Masa dimana yang anak-anak kecil lakukan kala itu adalah bermain lari-larian, petak umpet, perosotan, layang-layangan, rumah-rumahan dari daun pisang, masak-masakkan dengan peralatan yang tersedia oleh alam, lompat tali dari karet gelang yang diikat satu persatu hingga membentuk tali yang panjang, mobil-mobilan dari bekas oli, berenang kesungai setelah pulang sekolah dan secara tidak sengaja menghilangkan perhiasan yang secara otomatis pulang kerumah dapat omelan gratis dari ibu. Bersenda gurau bersama teman-teman ketika berada di sekolah dan pulang sekolah serta menjalin keakraban dan persaudaran bersama teman-teman. Indahnya masa saat itu.

Namun anak zaman sekarang, dengan teknologi yang semakin canggih dan perkembangan zaman semakni meningkat membuat aktiftas mereka juga berkembang. Bermain game bukan lagi menggunakan alat-alat tradisional tetapi semuanya telah tersedia dalam fiture yang ada dalam smartphone. Dengan smartphone, mereka mampu melakukan segala macam game baik itu secara online maupun offline. Benda inilah yang telah merenggut masa kecil anak-anak generasi sekarang. Mereka tidak mengenal lagi berbagai macam mainan tradisional yang berlaku di masa dulu.

Sungguh memprihatinkan anak zaman sekarang. Anak yang belum genap 1 tahun telah dibiasakan oleh kita sebagai orang tua untuk memegang handphone dengan alasan agar kita dapat bekerja dengan tenang tanpa ada suara tangisan terdengar yang dapat mengganggu konsetrasi kita dalam bekerja. Anak kita menjadi kecanduan dengan smartphone hingga tidak mau terlepas dari benda pipih itu.

Sosialisasi mereka terhadap orang-orang yang ada disekitarnya semakin merenggang karena mereka telah teralu nyaman dengan interaksi yang terjadi di dunia maya. Hingga yang dekat dengannya serasa jauh dan yang jauh dan bahkan yang tak nyata terasa dekat dengan mereka. Komunikasi dengan sesama semakin berkurang yang menyebabkan hubungan kita dengan anak-anak kita semakin tidak terjalin dengan baik. Tidakkah kita sadari akan hal itu?.

Di sepanjang jalan yang aku lewati, yang terlihat olehku adalah anak dari usia balita hingga remaja sedang berkumpul bersama tapi fikiran dan hatinya di tempat lain. Mereka bermain game online hingga tak mengenal waktu untuk rehat sejenak menjalankan kewajiban untuk beribadah. Melupakan tugas mereka untuk bersekolah. Bermalas-malasan dalam membantu orang tua mereka bekerja. Begadang semalaman suntuk hingga kelewatan tidur dan tidak masuk sekolah. Entah apa yang akan terjadi jika terus menerus seperti ini.

Bahkan perilaku dan tata krama mereka sudah diambang batas. Banyak prilaku anak-anak yang menyimpang karena keteledoran kita dalam mengawasi anak kita dalam penggunaan handphone. Sikap sopan dan menghargai orang yang lebih tua lambat laun telah terkikis bahkan hampir punah dalam diri sebagian anak-anak saat ini. Sikap peduli dengan sesama telah sirna dalam diri mereka. Cara mereka bertutur kata dan berprilaku sangat jauh dari kata sopan.

Teringat olehku dulu, ketika guru telah terlihat, kita semua lari terbirit-birit dan bersembunyi agar tak terlihat. Namun yang terjadi sekarang adalah mereka dengan sengaja bolak balik didepan gurunya tanpa ada rasa menghargai. Bahkan mereka berlari kearah gurunya dan hampir menabraknya.

Perkembang teknologi semakin hari semakin canggih. Fasilitas semakin mudah diakses. Tetapi karakter generasi negeriku semakin hancur. Belumkah kita sadari itu?

Mari kita bersama-sama melakukan perubahan untuk negeri ini. Mulailah perubahan dari dalam keluarga kecil kita masing-masing. Biasakanlah untuk berkomunikasi dengan anak-anak kita sehingga terlepas dari smartphone. Jangan biarkan dia menghancurkan generasi negeri ini.

(Visited 47 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.