Oleh : Achmad Fajar Putra

Perjalanan panjang yang aku lalui dengan berbagai problema yang mewarnainya, telah mengajarkan banyak hal khususnya dalam proses pendewasaan diri menjalani kehidupan.

Banyak yang menduga bahwasanya dewasa itu berkaitan dengan usia. Satu sisi memeng benar, namun sisi lain tidak selamanya berkolerasi antara kedewasaan dengan umur. Jika patokan dewasa itu hanyalah berdasarkan angka umur semata, maka ada banyak manusia dewasa, tetapi tidak sedikit yang mengetahui dan memahami makna dewasa dalam sikap dan kepribadian.

Dewasa itu sesungguhnya adalah kematangan dalam bertindak dan menghadapi problematika. Dewasa sesungguhnya inilah yang tidak semua orang bisa memahaminya. Ada yang masih dibawah umur, namun sudah memiliki kematangan berpikir dan kedewasaan bertindak. Sementara di sisi lain, tidak sedikit secara umur sudah dewasa, tapi tindakannya masih kategori dibawah umur. Benar kata sang inspirator kehidupan bapak Ruslan Ismail Mage, “Kedewasaan berpikir dan kematangan dalam bertindak tidak selamanya berkolerasi dengan umur dan gelar akademik”.

Menurut pengalaman pribadi saya, lingkungan sangat mempengaruhi proses pendewasaan seseorang. Anak yang dilahirkan sebagai petarung dan bergelut dalam kerasnya kehidupan justru lebih handal dibandingkan orang yang sudah dewasa dalam umurnya tetapi dimanja dengan keadaan.

Semua orang akan mengalami dewasa dalam hal usia, tetapi tidak semua orang mampu menjadi dewasa dalam masalah mental. Saya sendiri merasakan kedewasaan dalam diri sebelum pada usianya. Memahami situasi serta memecahkan solusi atas permasalahan kehidupan memaksa diriku agar mampu menjalani semua tantangan.

Hinaan, cemooh, serta ejekan adalah asupan yang aku terima dalam menjalani kehidupan ini. Tajamnya kata-kata yang selalu mengiris hatiku yang lunak ini, harus secepat mungkin mengobatinya dengan rasa sabar yang kuat. Selalu berdoa kepada Allah Swt agar memberikan keyakinan dalam hati kecil agar luka-luka ini cepat terobati dengan kuasa-Mu.

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (QS-Al Baqarah ayat 153). Kalam inilah yang membuat hatiku selalu kokoh dan kuat sehingga menjadi pribadi dewasa yang matang. Kenapa meragukan perkataan Tuhanku, sedangkan jagat raya sebesar ini hanya sekejap mata bisa diciptakan-Nya.

Saya meyakini Allah Swt tidak akan menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan-Nya. Allah Swt memberikan tantangan dan cobaan yang besar dalam hidupku agar memiliki bahu yang kokoh dalam menghadapi gelombang kehidupan. Begitulah keadaan membenturku hingga terbentuk menjadi pribadi dewasa yang istiqomah.

*Mahasiswa Universitas Negeri Padang, penikmat literasi menulis

(Visited 92 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.