Oleh: Devinarti Seixas

Atase Pendidikan KBRI Dili, Timor-Leste Prof.Dr.Phil. Ikhfan Haris M.SC bersama Bapak Trio Hermawan selaku Manajer Program berpartisipasi dalam acara bedah buku dengan judul “Lalehan Tanis” karya seorang penulis asal Timor-Leste Elidio Agusto Guterres di Pusat Budaya Indonesia Dili Timor-Leste.

Acara bedah buku  ( Lalehan Tanis)  berlangsung di perpustakaan Pusat Budaya Indonesia berjalan dengan sesi tanya jawab tentang bagaimana latar belakang sang penulis mengambil tema atau topik dalam karyanya yang berjudul (Lalehan Tanis) dalam bahasa Indonesia Surga Menangis oleh Elidio Agusto Guterres.

Bengkel Narasi Dili, (Timor-Leste) Selasa,31 /01/2023- Seorang Penulis muda asal Timor-Leste Elidio Agusto Guterres Putra dari Bapak Juvinal Mau, dan ibu Agustina Pina yang lahir di Suai,Taroman,Fatin Lulik pada tanggal 1/08/1992 dengan hobby bermain musik, badminton, bola kaki, serta membaca & menulis. Ia sejak kecil sudah bercita-cita ingin jadi penulis, yang memiliki motivasi pribadi bahwa “Menulis akan dikenang seumur hidup. Di mana menulis menjadi jalan terbaik untuk dikenang sekaligus berkontribusi bagi bangsa dan negara melalui pikiran, tuturnya ketika melakukan bedah buku (Lalehan Tanis).

Elidio Agusto Guterres sudah menulis sejak ia masih di bangku SMA yang berawal dari penulisan cerpen dan dikembangkan saat ia tinggal di Kolegio. Ia merasa bangga dan senang pada diri sendiri, ketika pertama kali menghasilkan sebuah karya. Apalagi karya itu dipublikasikan setelah melewati banyak tantangan. Rasanya lega dan bahagia karena di balik karyanya, ia juga memperoleh dukungan dari pihak keluarga terutama ayah & ibu serta adik-adik juga sahabat terdekat, kata Elidio via WA.

Sang Penulis muda ini, memiliki motto pribadi yakni “Teruslah Belajar Karena Anda Belum Mengetahui Apa Yang Anda Belajar“. Selain melakukan bedah buku, ia juga menjelaskan bagaimana ia mampu menghasilkan atau menyelesaikan tulisan-tulisannya.Ia pun menceritakan bagaimana susahnya ketika ia harus berjuang untuk menerbitkan karya-karyanya. Jika bukan karena bantuan dari penulis senior yakni Lider kharismatik Kay Rala Xanana Gusmao. Dengan penuh air mata dan haru saat ia benar-benar berjuang menuai jawaban dari Lider kharismatik agar karyanya mampu dipublikasikan menjadi sebuah buku.Pengalaman pahit mengajari ia terus semangat berjuang untuk menulis, meskipun awalnya merasa menemukan jalan buntu, tapi ternyata Tuhan itu ada di setiap perjuangan kita, kata sang penulis (Lalehan Tanis) Elidio Agusto Guterres.

Dalam acara Bedah Buku ( Lalehan Tanis), Atase Pendidikan KBRI Dili Timor-Leste Prof.Dr.Phil.Ikhfan Haris M.Sc, selain memberi selamat serta piagam penghargaan bagi penulis Elidio, juga memberikan sertifikat kepada beberapa peserta pelatihan kelas filsafat di Perpustakaan PBI beberapa bulan lalu. Selain itu juga, Atase pendidikan KBRI menghimbau kepada generasi muda Timor Leste agar giat dan semangat berliterasi agar Timor -Leste memiliki penulis-penulis baru di masa depan. Ia juga berharap agar generasi muda bisa menekuni dunia literasi dengan terbiasa  membaca dan menulis, khususnya rajin membaca buku-buku yang tersedia di perpustakaan termasuk perpustakaan Pusat Budaya Indonesia bagi mahasiswa yang mau menulis skripsi, tesis dan disertasi.

Selain itu, pada sesi tanya jawab ,Penulis buku (Lalehan Tanis) mengatakan bahwa karyanya tersebut merupakan kategori tulisan non Fiksi atau kisah nyata yang terjadi dalam kehidupan masyarakat berdasarkan fakta, pungkas Elidio kepada Bengkel Narasi Indonesia.

(Visited 190 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Devinarti Seixas

Penulis dan Pendiri KPKers Timor Leste, dengan mottonya: "Kebijaksanaan bukan untuk mencari kehidupan melainkan untuk memberi kehidupan dan menghidupkan". Telah menyumbangkan lebih dari 100 tulisan berupa; berita, cerpen, novel, puisi dan artikel ke BN sejak 2021 hingga sekarang.

2 thoughts on “Bedah Buku, Lalehan Tanis, Karya Elidio Agusto Guterres”
  1. Mantap sekali pengalamannnya… berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian….
    Aku sangat kagum dan tetarik pada pengalamannya dalam menulis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.