Selamat siang Pak/Ibu
Saya tadi mencari di internet tentang dosen milenial.
Saya sedang mencari referensi tentang dosen milenial menurut para ahli tapi saya tidak menemukannya.
Buat proposal skripsi saya bapak/ibu
Jadi saya minta arahan soalnya di internet langsung ada WA nya ini. Mohon masukannya Terima kasih.
Begitu Whatsapp yang masuk di handphone saya siang tadi.
Setelah saling bertukar informasi. Namanya Eris dan saat ini berada di Kalbar dan kuliah disalah satu Universitas disana.
Jurusannya Pendidikan Bahasa Inggris, serta saat ini sementara melakukan penelitian terkait Kesulitan Dosen Milenial Mengajar Tahun Pertama di Universitas.
Penelitiannya menurutku cukup keren. Ia banyak bertanya soal dosen milenial, dan katanya saat search ke Google tentang dosen milenial menurut para ahli. Masih sangat kurang referensi tentang itu.
Dari hasil berselancarnya tersebut, kebetulan bertamu dengan narasi yang seingat saya pernah terposting di Bengkel Narasi Indonesia 8 November 2022 yang lalu.
Obrolan kami berlanjut soal Dosen Milenial.
Dosen milenial itu gimana Pak?
Dosen milenial itu bukan terletak pada usia seorang dosen. Kataku
Dosen milenial itu terletak pada mahasiswa yang diajar. Apakah mahasiswa yang diajar tersebut masuk generasi Y atau Milenial yg saat ini berusia 24-39 tahun. Dapat dilihat dari objeknya bukan subyeknya.
Saya sangat yakin banyak yang memiliki pendapat yang berbeda soal Dosen Milenial.
Indikator Dosen milenial itu adalah Dosen yang mampu menyesuaikan diri dengan era generasi saat ini, dosen yang mampu menempatkan diri sesuai dengan keadaan mahasiswa, dosen yang mampu menyuguhkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna agar mahasiswa tidak merasa bosan ketika pembelajaran sedang berlangsung, dosen yang tidak melek digital.
Sederhana itu jawaban yang saya berikan.
Mungkin saja, ia tidak begitu puas dengan jawaban yang saya berikan. Karena ia hanya menyampaikan ucapan terima kasih.
Sebagai kesimpulan.
Begitulah perjalanan narasi.
Narasi itu akan terus hidup dan menghidupkan.
Luar biasa kekuatan narasi. Tidak salah kata Napoleon Bonaparte “senjata api dan pena adalah kekuatan-kekuatan yang paling dahsyat di dunia, tetapi kekuatan pena akan bertahan lebih lama bila dibandingkan dengan senjata api”.
Kekuatan narasi akan mengantarkan setiap orang bertahta pada puncak-puncak tertinggi.
Bang RIM pernah mengatakan “Sesungguhnya sependek apa pun, sederhana apapun tulisan, itu adalah warisan pikiran kita yang tertulis.
Olehnya itu, teruslah menulis dalam kondisi apa pun, jangan pernah api semangat untuk menulis padam dalam kondisi apa pun.
Masih kata Bang Rim “Mari kita menulis sebagai terapi pikiran dan jiwa untuk diri sendiri. Terus manfaatkan panggung BN untuk mementaskan gagasan. Teruslah menulis untuk diri sendiri, jangan tergantung cuaca. Karena mendung, awan gelap, hujan, angin kencang, bahkan badai sekalipun, itu adalah hukum alam, yang tidak harus membuat kita berhenti untuk terus menarasikan ide dan gagasan.
#AH

Terimakasi pencerahannya Dinda Akbar Herman………. awalnya kupikir tadi, Dosen Milenial, adalah Dosen yang baru lahir tahun 2000 dan setelahnya…. hahahah.