Sungguh sangat indah menyaksikan pasangan muda-mudi yang telah mengucap janji, untuk saling setia dalam suka maupun duka.
Saling bertutur doa, semoga dapat melahirkan keluarga yang sakinah mawaddah dan warrahma.
Tentram rumah tangganya, penuh kasih segala tindakannya karena dibaluri rasa cinta yang diwujudkan mau saling memberi. Serta mampu saling menerima kekurangan masing-masing. (makna kalimat sakinah mawaddah warrahma)
Semua orang turut bahagia menyaksikan prosesi tersebut. Baik itu Keluarga, kerabat, teman dan rekan sejawat, juga turut merasa bahagia menyaksikan kebahagiaan sang raja dan ratu sehari.
Betapa pentingnya prosesi pernikahan dihadiri oleh sanak keluarga dan kerabat. Berkumpulnya banyak orang karena rasa bahagia, dan rasa syukur.
Semua orang yang hadir dalam resepsi tersebut, turut mendoakan. Kata Ustadz Muhammad Yusuf 40 orang yang hadir dalam resepsi dan melapalkan doa. InsyaAllah doanya diijabah serta doa tersebut langsung menggetarkan asr’ langit lalu sampai kepada Allah Swt.
Berkah dari setiap doa yang dilapalkan, tidak hanya ditujukan kepada kedua mempelai. Tetapi juga akan sampai kepada segenap tamu undangan, terlebih orang-orang yang belum menikah.
Maka berbahagialah mereka yang hadir dengan penuh kebahagiaan dihari bahagia kedua mempelai, bisa jadi giliran kebahagiaan berikutnya akan sampai kepada kerabat terdekat.
Hmmm segerakanmi berucap aamiin yang paling kencang yah Rani Hasyim, dan tolong dibantu berucap aamiin Nilam Maksum, Almyy Febry tuk sahaba’e. InsyaAllah doa kita semua segera akan diijabah.
Kata seorang sahabat
Mantan adalah masa lalu
Jodoh adalah masa depan
Jomblo adalah masala loppo (Bahasa Bugis yang artinya “masalah besar”)
Tapi janganmiki ragu kawand.
Akan tiba giliranta. Karena semua turut mendoakan!!
–
Belajar pada Bapak Soeharto, sebagaimana kita tahu beliau adalah orang hebat. Tetapi ketika Ibu Tin wafat. Tidak pernah ia bangkit lalu ia meninggal dunia.
Belajar pada Bapak Susilo Bambang Yodhoyono. Seorang purnawirawan TNI yang hebat dan berwibawa, pernah menduduki jabatan Presiden selama dua periode. Tetapi ketika Ibu Ani Yudhoyono wafat, beliau juga susah untuk bangkit karena kunci dan ruhnya ia ada pada istrinya.
Belajar pada Bapak BJ Habibie, seorang yang cerdas, dan diakui oleh dunia. Tetapi ketika Ibu Ainun Habibie wafat, beliau juga tidak bisa bangkit dan merasa sebahagian ruhnya telah tiada.
Rasulullah Muhammad Saw, sebagai seorang nabi dan rasul, sebagai manusia terbaik pilihan Allah Swt. Tetapi ketika Khadijah wafat, 30% perjuangannya drop, hingga ars’ langit bergetar.
Dari kisah orang-orang heroik tersebut. Kita bisa mengambil pelajaran. Bahwa kunci keberhasilan suami adalah terletak pada istri. Munajat doa istri adalah kunci dalam semua munajat kehidupan.
Pelajaran yang lain. Bahwa suami itu ibarat jarum dan istri ibarat benang. Meski jarum itu tajam dapat menembus setiap helai kain yang begitu keras, tetapi ketika tidak ada benang. Maka apapun itu tidak akan terhubung dan saling merajut satu sama lain.
Kancing baju akan bersatu dan terhubung, saat kerjasama antara jarum dan benang saling menguatkan.
“Lemma’na wennanngge nasaba natahang sidie aga-aga” Dari semua doa, kuncinya ada pada wanita yang kalbunya lemah lembut.
Maka semua anak yang sukses dan lelaki yang hebat. Kuncinya ada pada wanita.
Selamat berbahagia brother Fauzi dan Afni. Banyak yang mendoakan untuk kebaikan dan kebahagiaanmu dunia dan akhirat. Aaamiin
Sebagai Penutup.
Gambar ini di screenshot dari story Annisa Dwiana Putri. Tabe dihh, InsyaAllah banyak juga yang mendoakanmu dik
#AH
