Oleh : Muhammad Sadar

Sebagai sebuah sunnatullah negara Indonesia didesain oleh sistem semesta berada di bawah lintasan zamrud khatulistiwa dan diapit oleh daratan dua benua besar, Asia-Australia serta dua lautan luas, samudera Indonesia dan samudera Pasifik. Dari efek letak daratan dan lautan tersebut mengakibatkan kondisi iklim Indonesia sangat variatif dan beragam. Situasi iklim tersebut membentuk zona musim yang berbeda di setiap wilayah Indonesia dalam periode waktu tertentu. Pada periode waktu tersebut seperti pola angin barat yang menyebabkan terjadinya musim hujan yang pada bulan Oktober-Maret
(Okmar) yang ditandai dari volume curah hujan di atas 50 mm pada 3 dasarian berturut-turut. Pada rentang pola ini sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim hujan hingga puncaknya akhir/awal tahun yang mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, abrasi pantai, angin kencang, petir dan badai.

Pada periode waktu yang lain disebut pola angin timur yang membentuk terjadinya musim kemarau pada bulan April-September (Asep) ditandai dengan volume curah hujan kurang 50 mm 3 dasarian berturut-turut. Sebagaimana prakiraan dan peringatan yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika-BMKG dan World Meteorological Organization-WMO bahwa pada bulan Agustus-September akan mengalami puncak fase kering menguat hingga moderat yang biasa disebut ENSO-El Nino Southern Oscillation. El Nino adalah sebuah fenomena yang terjadi akibat peningkatan suhu permukaan air laut di samudera pasifik menjadi lebih hangat dari rata-rata normalnya. Fenomena alam ini menyebabkan perubahan pola cuaca global yang berdampak signifikan pada iklim diberbagai wilayah tropis di dunia termasuk Indonesia. El Nino periode tahun ini lebih massif tingkat kekeringannya dibanding periode sebelumnya (2020-2022).

Dampak El Nino jika kekeringan massif melanda terhadap kehidupan manusia seperti kebakaran lahan, hutan dan pemukiman, mengeringnya sumber-sumber air minum. Khusus di sektor pertanian kekeringan ini menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman secara umum terutama fase pertumbuhan tanaman padi yang bisa menyebabkan puso atau gagal panen yang berimplikasi terhadap penyediaan pasokan pangan utamanya beras sebagai sumber pangan pokok masyarakat Indonesia. BMKG menyebut bahwa saat ini 63% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau yang merupakan dampak El Nino.

Upaya yang dilakukan pemerintah sejak awal akan terjadinya El Nino adalah strategi antisipasi, adaptasi dan mitigasi bencana kekeringan ini. Langkah antisipasi meliputi penyiapan alsintan, percepatan olah tanah dan tanam, distribusi sarana produksi lebih awal terutama benih dan pupuk serta penggunaan varietas genjah dan ultra genjah (benih padi umur pendek). Langkah adaptasi bisa dilakukan melalui cara penggunaan varietas padi tahan dan toleran kering, waktu pemupukan yang tepat dan penggunaan bahan organik. Berikutnya adalah langkah mitigasi jika sekiranya memang bencana kekeringan melanda sebagai ikhtiar dalam mengurangi/meminimalkan risiko adalah penggalian sumur, penyiraman dan memaksimalkan sumber-sumber air yang masih berpotensi untuk pompanisasi.

Manajemen strategi lain yang tak kalah pentingnya adalah mobilisasi kesadaran masyarakat dan para pelaku usaha tani/petani melalui peran para petugas lapang pertanian agar meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena iklim yang dihadapi saat ini. El Nino menjauhlah dari wilayah geografis dan garis demarkasi bumi Indonesia, karena kami hendak merayakan kemerdekaan negeri kami. Itulah maksud tulisan ini sebagai bencana geografis, karena posisi Indonesia berada pada global positioning system geografis besar dunia yang efeknya tidak lepas dari berbagai macam ancaman dan tekanan bencana destruktif yang ditimbulkan oleh dinamika dan tantangan pergerakan iklim di planet bumi pada seluruh sektor kehidupan dunia.

Terrace sea view Barru.
Super Moon,
15 Muharram 1445 H

(Visited 380 times, 1 visits today)
One thought on “Himpitan Geografis Dunia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.