Oleh: Muhammad Sadar*

Taiwan ICDF (International Cooperation and Development Fund)merupakan lembaga resmi Pemerintah Taiwan yang mengatur tentang pendanaan dan kerjasama diberbagai bidang dengan negara lain.ICDF bekerjasama dengan CoE(Centre of Excellent) Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin dalam proyek kegiatan perbenihan padi yang diberi nama Produksi Benih Berkualitas di Sulawesi Selatan.

Proyek kerjasama ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap pertama dimulai tahun 2018-2020 dengan kegiatan pengembangan benih berkualitas tinggi di Sulawesi Selatan.Tahap kedua tahun 2021-2023 dengan kegiatan perluasan produksi benih padi berkualitas tinggi di Sulawesi Selatan. Lokus wilayah kegiatan meliputi 9 kabupaten antara lain Bone, Soppeng, Wajo,Gowa, Luwu Utara, Sidrap,Pinrang, Pare-Pare dan Barru dengan pelibatan 23 kelompok tani sebagai penerima manfaat dan areal binaan seluas 800 ha.

Pencapaian utama dari proyek ini pada tahap pertama adalah telah mampu memproduksi benih padi berkualitas sebesar 13.000 ton dengan beragam varietas antara lain ciherang, inpari(32,42) dan mekongga. Produksi benih telah berkontribusi 9-10 % terhadap kebutuhan benih padi bersertifikat di Sulawesi Selatan (Musa,2023).

Selanjutnya pengembangan program tahap kedua pada tahun 2021 seluas 600 ha dengan produksi benih padi bersertifikat sebesar 4.127 ton dan pada tahun 2022 seluas 700 ha yang menghasilkan benih padi bersertifikat sebanyak 4.705 ton (ICDF-Unhas, 2023).

Kabupaten Barru sebagai salah satu daerah pengembangan dan pembinaan Taiwan ICDF- CoE Unhas mulai bergabung untuk musim tanam rendengan 2022/2023 dan musim tanam gadu 2023. Dalam pelaksanaan program diawali pada proses sosialisasi dan identifikasi calon peserta dan calon lokasi kegiatan. Sosialisasi dilakukan oleh tim leader CoE Fakultas Pertanian Unhas dipimpin oleh Prof.Dr.Ir.Yunus Musa,M.Sc., didampingi Specialist of Taiwan Technical Mission in South Sulawesi
Mr.Yi-Cheng Huang, Koordinator CoE wilayah Barru Dr.Muhammad Fuad dan Assisten officer Siti Aisyah, S.P., M.P.Pada pertemuan tersebut disepakati lokasi pelaksanaan perbenihan padi diletakkan di Kelurahan SepeE dengan kepesertaan dua kelompok tani dan total luas alokasi penangkaran 30 ha untuk dua musim tanam.Dijelaskan pula bahwa kelompok tani akan memperoleh sarana benih pokok dan difasilitasi pendampingan dan pelatihan SDM serta dikoneksikan dengan off-taker yang akan mengokupasi benih yang dihasilkan dan tentunya mendapatkan insentif harga diatas harga pasar yang berlaku di lokasi tersebut.

Penunjukan lokasi penangkaran dengan pertimbangan bahwa para petani di lokasi tersebut bisa koperatif dan kerjasama untuk melakukan teknis penangkaran. Selain hal itu juga diutamakan lahan sawah yang memiliki jaringan ketersediaan air produktif,lokasi tidak mengalami kebanjiran pada saat musim hujan dan tidak terpengaruh kekeringan ketika musim kemarau,akses mudah dijangkau dan terpenting adalah hamparan tidak tergolong daerah endemik hama dan penyakit padi.

Serangkaian proses budidaya padi yang dilakukan para petani dan tersebar di kelompok tani Cenrana II dan Iyaja Cenrana Kelurahan SepeE tertuang dalam time schedule pekerjaan antara lain sosialisasi dan pemeriksaan lapang,pengadaan benih pokok, penggenangan dan olah tanah, seleksi dan pemeraman benih, pesemaian dan penanaman, pemeliharaan tanaman, rouging, pengendalian hama dan penyakit ,panen dan mobilisasi hasil panen.

Pekerjaan yang paling khas dilakukan dalam kegiatan penangkaran adalah tindakan rouging.Sistem rouging dilakukan sebagai tindakan seleksi- mendiskualifikasi atau mencabut semua tanaman campuran biasa disebut CVL (Campuran Varietas Lain) yang dinilai menyimpang dari vigor pertumbuhan vegetatif atau generatif tanaman pokok. Baik CVL,gulma atau tanaman penggangu lainnya harus dibersihkan.
Pekerjaan rouging bertujuan untuk menghasilkan tanaman murni tanpa persilangan atau tercampur dengan varietas lain.

Kegiatan penangkaran benih padi baik secara mandiri maupun program tidak lepas dari peran pengawasan dan pemeriksaan oleh Pengawas Benih Tanaman (PBT)dibawah naungan Balai Sertifikasi dan Mutu Benih (BSMB).Sejak persiapan lahan, pengadaan benih sumber, masa pemeliharaan tanaman,proses panen dan pengambilan sampel di gudang akan dilakukan pemeriksaan dan pengawasan oleh PBT tersebut.
Pengawasan ini sebagai tahapan sertifikasi bertujuan untuk menghasilkan dan menjaga kemurnian benih sesuai yang disyaratkan oleh ketentuan regulasi perbenihan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 12/PERMENTAN/TP.020/4/2018 Tahun 2018 tentang Produksi,
Sertifikasi dan Peredaran Benih Tanaman.

Pada masa standing crop penangkaran padi,Tim Taiwan ICDF-CoE Unhas kerap kali ke lapangan melakukan monitoring dan supervisi kegiatan. Bersama petani pelaksana dilangsungkan diskusi teknis terkait latar belakang dan tujuan program, tantangan pekerjaan di lapangan yang meliputi dinamika iklim,
kelembagaan dan SDM petani, jaringan pemasaran hingga sarana pendukung lainnya seperti ketersediaan air dan pupuk termasuk didalamnya dukungan pemerintah setempat dan para petugas pertanian lainnya.

Pembinaan dan pendampingan tim ICDF-CoE Unhas terhadap kelompok tani peserta program perbenihan padi di Kabupaten Barru telah menghasilkan produksi benih padi(pre-seed) pada musim tanam rendengan 2022/2023 sebesar 28.883 kg dengan rincian varietas inpari 32 sebanyak 28.278 kg dan ciliwung 605 kg. Sedangkan pada musim tanam gadu 2023 benih yang diproduksi sebesar 42.058 kg yang terdiri atas varietas inpari 32 sejumlah 25.487 kg dan ciliwung 16.571 kg.

Produksi benih yang dihasilkan pada musim tanam kedua lebih tinggi dibandingkan dengan pada musim tanam pertama, terutama varietas ciliwung yang lebih banyak di produksi dibandingkan pada musim tanam lalu karena penggunaannya sangat diminati petani di musim rendengan yang akan datang.Hal lain juga disebabkan karena para petani lebih banyak melepas produksinya di musim tanam kedua disamping dukungan harga dan produktivitas yang lebih tinggi pada masa tanam saat ini.

Kegiatan perbenihan padi yang diselenggarakan oleh Taiwan ICDF-CoE Unhas telah mampu menggerakkan potensi sumber daya petani dan menunjukkan suatu jalan kebaruan.Inovasi ini bertujuan agar para petani sanggup memaksimalkan dan memberdayakan kelembagaannya serta bisa melakukan usaha tani padi untuk memproduksi benih secara mandiri dan mencukupi kebutuhan benih di wilayahnya setiap menghadapi musim tanam. Harapan petani adalah agar kegiatan produsen benih seperti ini tetap berkelanjutan dan dilengkapi sarana produksi pendukung lainnya.

Barru,26 September 2023

*Asisten Lapangan ICDF-CoE Unhas

*Penguji Perbenihan TP
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Kabupaten Barru

(Visited 292 times, 8 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: