Oleh : Artati Latif*

Pada dasarnya setiap daerah di Indonesia memiliki kearifan lokal dalam pola konsumsi pangan. Negara kita ini sarat akan berbagai komoditas dan tumbuhan sumber karbohidrat,
protein baik nabati maupun hewani, serta sumber vitamin dan mineral yang bisa menjadi bahan konsumsi oleh masyarakat.Oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi budaya lokal sumber pangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Potensi pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal sangat besar walaupun ditengah upaya yang dilakukan menghadapi tantangan pengembangan. Salah satu pangan lokal yang dikembangkan di Desa Lalabata Kabupaten Barru adalah ubi jalar. Luas tanam komoditi tersebut mencapai 45,85 ha yang setiap tahun mengalami peningkatan.Saat ini produktivitas yang dicapai petani antara 10-20 ton/ha, padahal dengan teknologi produksi yang tepat, varietas unggul ubi jalar mampu menghasilkan diatas 30 ton umbi basah/ha.

Ubi jalar bisa dijadikan menu alternatif atau substitusi nasi sebagai sumber karbohidrat.
Selain karbohidrat ubi jalar juga mengandung vitamin A, B dan mineral, bahkan ubi jalar yang daging umbinya berwarna orange atau kuning mengandung beta karoten yang tinggi untuk kesehatan mata. Sedangkan umbinya yang berwarna ungu berkomposisi klorogenat yang merupakan formula antioksidan bermanfaat sebagai pencegah kanker dan mengikat radikal bebas dalam tubuh.

Ubi jalar mengandung ragam nutrisi sehat yang dapat membantu melawan berbagai penyakit. Mengonsumsi ubi jalar dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes dan obesitas. Selain membantu mengurangi risiko penyakit berbahaya, ubi jalar juga memiliki manfaat lain terutama yang berkaitan dengan peningkatan energi dan sistem kekebalan tubuh, serta menurunkan berat badan. Ubi jalar dapat diolah dengan cara direbus, dipanggang atau dihaluskan. Makanan ini pada dasarnya memiliki rasa manis yang alami, sehingga bisa dikonsumsi langsung tanpa menambahkan gula. Ada beberapa manfaat ubi jalar untuk kesehatan seperti :

  1. Meningkatkan kinerja otak karena asupan umbi ini memiliki kandungan antosianin yang dapat meningkatkan daya ingat.

2. Mengatasi diabetes. Ubi jalar memiliki indeks glikemik rendah dan dapat membantu penderita diabetes mengatur insulin serta mengandung serat yang bermanfaat untuk atasi sembelit dan pencernaan.

Mengutip beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi serat secara teratur dapat membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes dan mencegah tekanan darah tinggi. Kandungan lain yang ada dalam ubi jalar adalah potasium. Potasium bermanfaat dalam mencegah tekanan darah tinggi. Namun disarankan ketika mengolah ubi jalar untuk tidak menambahkan garam secara berlebihan, karena kelebihan garam dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Mengonsumsi ubi jalar dapat mencegah kolesterol tinggi dan menurunkan kolesterol jahat atau LDL, sehingga dapat mencegah penyakit jantung.

Komoditi ubi jalar telah menjadi bagian usaha tani para petani di Lalabata selain padi, jagung dan hortikultura lainnya. Komoditi tersebut diusahakan di lahan sawah pasca panen padi rendengan.
Bahan tanam stek diperoleh dari hasil panen musim sebelumnya sehingga produktivitasnya kurang optimal. Namun demikian ubi jalar tetap dibudidayakan petani di desa ini karena produksinya mampu menopang perekonomian petani.

Penulis menilai bahwa komoditi tersebut sangat penting diperhatikan ketika produksinya melimpah dilakukan suatu upaya hilirisasi dalam bentuk produk olahan agar dapat meningkatkan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja di desa. Efek ekonomi berantai jika kegiatan pengolahan komoditi ubi jalar ini bisa terwujud melalui pelibatan dan dukungan Pemerintah Desa dengan alokasi ADD 20% sebagai ketentuan untuk program ketahanan pangan di tingkat desa.

Semoga harapan ini bisa terlaksana dalam rangka mencapai kemakmuran rakyat dan menampakkan citra Lalabata sebagai desa ikon baru yang merambat umbinya kemana-mana.

Lalabata, 2 November 2023

  • PPL Desa Lalabata
    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
    Kabupaten Barru
(Visited 86 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.