Oleh: Muhammad Sadar*

Tanaman padi saat ini dengan melalui proses penumbuhan hingga panen yang pada outputnya menghasilkan beras adalah merupakan komoditas sebagian besar penduduk dunia sebagai bahan konsumsi untuk pemenuhan gizi dan pertumbuhan manusia maupun keberlangsungan sektor ekonomi dan jasa lainnya. Proses budidaya tanaman padi yang diproduksi pada lahan sawah irigasi, sawah tadah hujan, lahan kering atau lahan kebun dan lahan rawa yang potensial memiliki kekhususan dalam penyelenggaraannya.

Upaya dan kolaborasi pemerintah bersama petani memproduksi padi dijalankan pada agenda besar nasional yaitu swasembada pangan-beras harus dicapai sebagaimana visi negara yang ditetapkan dalam asta cita pemerintahan. Beras yang kini menjadi perhatian utamanya dari ketersediaan pasokan maupun distribusinya yang mengalami berbagai tantangan harga dan penyimpangan mutu.
Namun demikian pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk meluruskan hal-hal perberasan yang abnormal. Disamping tentunya pemerintah terus menjalankan strategi stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui penugasan kepada badan yang mengurus logistik negara.

Logistik beras yang diproduksi dari kelompok tanaman serealia atau biji-bijian terus diikhtiarkan untuk ditanam dalam setiap musim pada kondisi agroklimat yang mendukung pertumbuhannya.
Salah satu usaha yang telah dideklarasikan oleh pemerintah untuk memproduksi padi secara luas dan massif adalah gerakan percepatan tanam padi baik pada musim kedua hingga musim ketiga atau keempat pada bidang lahan yang sama dalam satu tahun. Gerakan ini dikemas dalam metode luas tambah tanam atau perluasan areal tanam, optimalisasi lahan atau meningkatkan indeks pertanaman serta mengintensifkan sistem budidaya padi.

Pada hari Jumat, 25 Juli 2025 bertempat di lahan sawah tadah hujan milik kelompok tani Makkawarue Desa Balusu Kabupaten Barru dilakukan Gerakan Percepatan Luas Tambah Tanam
(LTT) Padi musim kedua tahun 2025. Aksi tanam padi bervarietas Cakrabuana Agritan dihadiri oleh Wakil Bupati Barru Dr.Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si beserta jajaran Kementerian Pertanian antara lain; Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si.,G.R.C.E selaku Pj.Satgas Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Selatan; Kepala Pusat Pendidikan Pertanian,BBSDMP Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Si selaku Pj. LTT Padi Kabupaten Barru; Direktur Polbangtan
Gowa serta tiga orang Tenaga Ahli Menteri Pertanian yaitu Prof. Arsyad, Prof.Yusran dan Dr.Ir. Haris Bahrum; Kepala BRMP Provinsi Sulawesi Selatan dan Kepala BRMP Tanaman Serealia Maros.

Undangan lain yang turut hadir meliputi jajaran Forkopimda Kabupaten Barru, Kepala Dinas TPHBun Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala BBWS, Kepala BPS Barru, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barru beserta jajaran, Pimpinan Cabang Bulog Parepare/Barru, Pimpinan Indonesia Power PLTU Lampoko, Camat dan Kapolsek Balusu, KTNA Barru, serta para kelompok tani peserta gerakan percepatan pada musim tanam padi kedua dan ketiga tahun 2025.

Setelah penanaman padi bersama, dilanjutkan laporan kegiatan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Barru dengan mengatakan bahwa realisasi LTT padi Barru pada bulan Juli 2025 telah beranjak dari zona merah ke zona kuning. Target LTT padi pada bulan juli seluas 2.334 hektare dan saat ini telah tercapai 1.417,50 hektare dengan capaian sebesar 60,72 persen. Sedangkan Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian/BRMP Pusat, menegaskan pentingnya penggunaan benih genjah didalam meningkatkan indeks pertanaman serta menghemat waktu budidaya. Sejak dari Badan Litbang Pertanian kemudian BSIP lalu beralih menjadi BRMP saat ini memiliki salah satu tugas pokok yaitu merakit, membuat instrumen teknologi budidaya komoditas pertanian dan mengembangkan varietas padi unggul baru untuk mendukung peningkatan produksi.

Selanjutnya dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan benih padi genjah varietas Cakrabuana Agritan sebanyak 4 ton dari Kementerian Pertanian kepada perwakilan petani/ kelompok tani pelaksana indeks pertanaman untuk musim tanam kedua dan ketiga tahun 2025. Kemudian dilanjutkan sambutan dan arahan Wakil Bupati Barru Dr.Ir.Abustan Andi Bintang, M.Si., dengan mengatakan bahwa geografis persawahan Kabupaten Barru seluas 16.144 hektare, kondisinya lebih luas sawah tadah hujan dibandingkan dengan sawah yang berpengairan setengah teknis. Namun demikian daerah ini dialiri oleh beberapa bentangan sungai yang bisa menjadi sumber air irigasi.

Wakil Bupati Barru dengan bergurau menyatakan bahwa kegiatan tanam padi pada musim ini harus berhasil, karena program tersebut dikawal oleh para alumni IPB (Wabup Barru, Kepala BRMP Pusat, dan Tenaga Ahli semua alumni IPB). Demikian juga halnya dengan penggunaan benih padi varietas unggul berumur genjah sangat berpotensi untuk diperbanyak melalui kegiatan penangkaran. Pemda Barru memiliki instalasi perbenihan Bottolampe di Tanete Riaja sebagai lokus memproduksi benih bersertifikat dan berada dalam kawasan teknopark.

Kegiatan tanam padi bersama ini bukan hanya sekedar seremoni, tetapi juga menjadi simbol komitmen dan kerjasama untuk mewujudkan ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung Kabupaten Barru sebagai salah satu produsen pangan di Provinsi Sulawesi Selatan. Estimasi luas tanam padi setiap wilayah telah menjadi sasaran yang harus dipenuhi dalam jangka waktu tertentu. Penanaman padi yang dikemas dalam metode LTT sebagai sebuah energi pendorong untuk meningkatkan realisasinya. Percepatan tanam saat ini di lahan sawah tadah hujan merupakan bagian dari upaya meningkatkan frekuensi tanam dan semata-mata untuk melahirkan lahan sawah tidak dibiarkan bera atau menganggur agar bisa dioptimalkan pemanfaatannya.

Dukungan pemerintah melalui penyediaan bantuan benih padi umur genjah oleh Pusat Pendidikan Pertanian Kementan sangat membantu petani dalam proses percepatan tanam padi menghadapi musim tanam kedua hingga musim ketiga di Kabupaten Barru. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Barru sangat mengharapkan adanya support dari Kementerian Pertanian, baik prasarana dan sarana pertanian, maupun pendampingan penyuluh hingga penguatan kelembagaan agar petani semakin berdaya saing, produktivitas meningkat, dan hasil panen melimpah sehingga cita-cita kita untuk mewujudkan swasembada hingga kedaulatan pangan dapat tercapai.

Sirkuit LTT merupakan arena untuk memastikan setiap jengkal atau petak sawah apalagi hamparan persawahan yang luas terpantau, tertanami dan terlaporkan. Mekanisme monitoring dan pelaporan diterapkan berjenjang mulai dari tingkat lapang, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pusat. Kontrol dan update pertanaman padi melalui pantauan citra satelit presisi tinggi yaitu by siscrop dengan empat tahapan pertumbuhan yang ditandai perbedaan gradasi warna tanaman padi setiap dua kali sebulan.

Sistem LTT akan mengakomodir semua jenis lahan yang tertanami padi. Verifikasi lapangan sangat penting dilakukan agar bisa diketahui pasti ada progres tanam yang sedang berlangsung, disamping tentunya penguasaan terhadap luas baku sawah di setiap wilayah. Gerakan LTT sudah menjadi sebuah metode untuk menggenjot dan terus menambah akumulasi data luas tanam padi secara keseluruhan. Pelaksanaan di lapangan sebagai mekanisme tugas yang harus dipastikan berjalan walau disadari adanya tantangan seperti fluktuasi iklim, penyediaan sarana produksi dan kestabilan sikap para pelaku pertanian untuk terus menyesuaikan percepatannya.

Segenap petani beserta perangkat pertanian di Kabupaten Barru menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kementerian Pertanian Republik Indonesia cq. Pusat Pendidikan Pertanian atas segala bantuan dan perhatian kepada masyarakat tani di daerah ini. Atensi bantuan sarana produksi benih genjah varietas Cakrabuana Agritan sangat berpengaruh nyata dalam percepatan capaian LTT padi maupun merubah sikap petani untuk meningkatkan indeks pertanaman hingga kedua dan ketiga kalinya pada tahun 2025. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa alur LTT yang benar dan nyata di lapangan akan mendorong peluang peningkatan produksi yang besar.

Desa Balusu, 25 Juli 2025

*Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru.

(Visited 103 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.