Oleh : Doni Lukman, S.IP*

Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter, ditandai nilai mata uang rupiah anjlok terhadap Dolar AS. Dampak dari krisis tersebut beberapa kelompok masyarakat mulai memunculkan mosi tak percaya kepada Pemerintah yang masa itu dipimpin oleh Presiden Soeharto. Gelombang reformasi yang disuarakan mahasiswa tidak terbendung lagi.

Puncaknya pada tanggal 21 Mei 1998 Presiden Suharto mengundurkan diri, tampuk kepemimpinan negara diambil alih oleh wakilnya BJ. Habibie. Setelah Suharto lengser, kondisi keuangan negara bertambah sulit, nilai tukar Rupiah makin melemah. Puncaknya pada bulan Juni 1998 nilai tukar Rupiah sekitar Rp 16.800 per dolar AS. Akibat dari krisis moneter tersebut, Indonesia mengajukan pinjaman kepada Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF). Total hutang Indonesia kepada IMF hingga tahun 2003 sekitar Rp 117 Trilyun. Tujuan Indonesia berhutang pada IMF untuk mengatasi krisis ekonomi, menstabilkan neraca pembayaran, menjaga nilai tukar mata uang, memperkuat sektor keuangan, dan membiayai pembangunan infrastruktur atau mengatasi masalah struktural lainnya.

Pada tanggal 7 Juni 1999 dilaksanakan Pemilu yang diikuti oleh 48 partai politik. Pemilu ini merupakan tonggak sejarah penting karena menjadi pemilu multipartai pertama di Indonesia setelah berakhirnya era Orde Baru. Pemilu tersebut untuk memilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Pemenang pemilu legislatif 1999 adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Sedangkan Presiden dan Wakil Presiden masih dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang menetapkan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden dan Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.

Pada masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, hingga berakhirnya pemerintahan Megawati, kondisi hutang Indonesia kepada IMF tetap berlanjut, dimana negara harus membayar Bunga hutang. Pada tanggal 5 Juli 2004 Indonesia pertama kali melakukan pemilihan presiden secara langsung, hasilnya pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih menjadi presiden. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat Indonesia kembali mempercayai Mantan Militer sebagai pemimpin Bangsa.

Setelah dilantik jadi Presiden, SBY langsung tancap Gas untuk mengembalikan kejayaan Indonesia.
Program kerja 100 hari yang diterapkan beliau mampu membawa perubahan besar bagi Indonesia. Bahkan dua tahun menjabat, SBY berhasil melunasi hutang Indonesia kepada lembaga Dana Moneter Internasional (IMF). Inilah salah satu keberhasilan SBY saat menjadi Presiden. Prestasi tersebut tetap diingat oleh Rakyat Indonesia hingga sekarang.

*Pencinta literasi menulis dan pemerhati politik Kota Padang

(Visited 27 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Inspirasi Daerah

Inspirasi Daerah memuat narasi pemerintahan daerah seluruh Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.