Kembali ke Pangkuan Kampung Halaman
Oleh: Lolita Eka Putri Mentari pagi baru saja menyembul di ufuk timur ketika Arisman merapikan letak kacamata dan peci hitamnya. Di cermin, gurat-gurat usia 60 tahun tak mampu menyembunyikan binar…
Menulis sambil memeluk kemanusiaan. Menulis sambil mengurus kehidupan. Menulis sambil berbagi.
Oleh: Lolita Eka Putri Mentari pagi baru saja menyembul di ufuk timur ketika Arisman merapikan letak kacamata dan peci hitamnya. Di cermin, gurat-gurat usia 60 tahun tak mampu menyembunyikan binar…
Oleh: Lolita Eka Putri Aroma harum dari pembakaran arang tempurung kelapa menyusup ke sela-sela udara dingin di sebuah gang kecil di pusat kota Paris. Di depan sebuah restoran mini dengan…
Oleh:Lolita Eka Putri Debu kapur dan aroma spidol papan tulis seolah telah menyatu dengan pori-pori kulit Laras. Namun, bukan itu yang membuatnya sesak. Sore itu, Laras melangkah keluar dari gerbang…
Oleh: Lolita Eka Putri Riuh rendah suara klakson dan deru mesin kendaraan di luar pagar sekolah seolah mementalkan gema lagu Nasionalisme yang baru saja dinyanyikan pada upacara Hari Kebangkitan Nasional.…
Oleh: Lolita Eka Putri Gerimis tipis di luar jendela seolah ikut mengiringi rasa haru yang membuncah di dada ini. Saya memandangi selembar ijazah dan foto anak gadis sulung saya yang…
Oleh: Lolita Eka Putri Malik memiliki bakat yang tidak dimiliki semua orang di Desa Makmur: ia adalah pendengar yang sangat baik. Sayangnya, apa yang ia dengar tidak pernah berhenti di…
Oleh : Lolita Eka Putri* Tangan saya masih sedikit gemetar saat melihat piagam itu. Di atas kertas itu, nama saya terukir di sana: Penulis Pendatang Baru Terbaik – Bengkel Narasi.…
Oleh: Lolita Eka Putri Di sudut meja kayu yang sudah lapuk dimakan usia, Ibu selalu duduk setiap malam. Bukan untuk menulis sebuah mahakarya, melainkan untuk menghitung lembar demi lembar uang…