Bagi sahabat yang pernah ke Dufan Ancol, wahana Bianglala sudah tidak asing lagi. Sebuah kincir raksasa yang berputar 360 derajat dan kita dapat melihat Jakarta sekeliling. Namun, eksotisme kota London dapat dipandang sekeliling dengan menaiki suatu wahana yang bernama “The London Eye”. Bentuknya menyerupai Bianglala di Dupan, hanya besarnya yang berbeda.
Sekilas sejarah dari “The London Eye”
London Eye dirancang oleh arsitek David Marks dan Julia Barfield dengan 32 buah kapsul pengamatan tertutup yang ber-Air Conditioner di sisi luar lingkarannya. London Eye berputar dengan kecepatan 0,26 meter/detik dan satu kali keliling memakan waktu sekitar 30 menit atau setengah jam. Dengan kecepatan tersebut, London Eye tidak perlu berhenti saat penumpang akan masuk kecuali untuk pengunjung yang kurang mampu.
Roda ini dibangun per bagian yang kemudian diapungkan dan dirakit di Sungai Thames. Penegakan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama, roda ditegakkan 2° per jam sampai mencapai 65°. Seminggu kemudian, tahap kedua dilaksanakan.
The Eye, sebutan untuk London Eye, diresmikan oleh Perdana Menteri Britania Raya Tony Blair pada 31 Desember 1999 namun baru dibuka untuk publik pada Maret 2000 karena masalah teknis.
London Eye dioperasikan oleh Tussauds Group dan disponsori British Airways yang menggunakan istilah fly dan flight untuk menggambarkan perjalanan di London Eye. Seiring berjalannya waktu, London Eye menjadi objek pariwisata yang terkenal dan menjadi ikon London. Warga London pun menyambut hangat London Eye, lebih hangat dari sambutan terhadap Millennium Dome, dan sampai Juli 2002 8,5 juta orang telah “terbang” di London Eye.
Rekor London Eye sebagai roda pengamatan tertinggi di dunia dalam Guinness Book of Records akan segera tersaingi karena popularitas London Eye menginspirasikan pembangunan struktur serupa di berbagai tempat. Las Vegas merencanakan membangun sebuah roda pengamatan setinggi 170 m dan Shanghai juga berniat tak tinggal diam. Negeri itu segera membangun roda pengamatan setinggi 200.
Banyak cara untuk menikmati kota London, dengan naik kereta, berpesiar di sungai Thames menggunakan cruise dan satu lagi yang tidak boleh terliwatkan, naik The London Eye. Ikon kota London tersebut berdiri megah di lokasi strategis di London, Jubilee Garden, dekat dengan Big Ben dan berada tepat di tepi sungai Thames.
Bagi sahabat yang fobia dari ketinggian, dapat berlatih di tempat ini. Tidak peru takut karena bangunannya dirancang sedemikian rupa. Sangat kuat dan telah diper takut menaki wahana tersebut karena telah diperhitungkan seaman mungkin. Kincir raksasa tersebut naik ke atas secara perlahan. Dari atas, melalui kaca bening, sahabat bisa melihat menara Big Ben, Gedung Parlemen sampai Istana Buckingham.
Saking kagumnya dengan keindahan kota London, tidak terasa 30 menit berlalu dan kami sudah kembali lagi di bawah. Untuk itu, manfaatkanlah waktu yang terasa sebentar tersebut dengan melihat detail-detail kota London dan jangan lupa untuk mengabadikan momen di sana.
Kami sekeluarga mengunjungi tempat tersebut pada hari Ahad (2/9) pada saat siang hari tengah naiknya matahari. Sebenarnya waktu yang paling tepat untuk naik London Eye adalah waktu senja menjelang malam, suasana kota London terlihat akan lebih romantis ketika lampu kota sudah nyala. Dari “The London Eye”, berbagai pengalaman baru didapatkan. Suatu pemandangan indah menjadi suguhan istimewa. Letaknya sangat strategis, berdiri kokoh di pinggir Thames River, bersebelahan agak serong dengan Big Ben. Semakin melengkapi indahnya Kota London sebagai Kota Sejuta Pesona.
—————————————————————————
London, 3 September 2018, pk. 01.50 Waktu London / Pk. 08.50 WITA
(Visited 31 times, 1 visits today)
