Menanam aglonema memang bukan hanya mengikuti musim, namun harus dilakukan dengan hati agar nantinya kita bisa jatuh cinta berkali-kali. Selain cinta juga butuh ilmu untuk merawatnya. Banyak orang menanam aglonema lonyot daunnya.

Hal itu terjadi karena penyiraman yang terlalu sering dan media tanam kurang cocok. Sebelum menekuni seluk beluk tanaman aglonema, saya berpikir semakin rutin menyiram tanaman semakin subur. Pada kenyataannya, menyiram aglonema harus disesuaikan dengan kondisi media tanamnya. Saat ini ada beberapa metan (media tanam) yang sudah saya aplikasikan pada tanaman aglonema dan hasilnya juga bervariasi. Namun, yang terpenting dalam media tanam yang baik yaitu tanah yang gembur, tidak padat dan tentu saja harus poros.

Tanaman aglonema tumbuh subur dan cepat menghasilkan anakan. Salah satu faktornya yaitu media tanam yang menggunakan fermentasi bunga enau.Karena penasaran, sayapun mencoba berdiskusi dengan Widaryani Abdullah, salah satu kolektor aglonema di Desa Raoda juga sebagai inovator bunga enau untuk media tanam.  

Dulu, kami menanam aglo menggunakan media dari buah coklat yang sudah membusuk atau sudah jadi tanah. Namun, seiring berjalannya waktu pohon coklat mulai diserang hama, alhasil buahnya kurang. Kami pun khususnya saya kesulitan mendapatkan media dari buah coklat yang sudah terurai jadi tanah. Media ini lumayan bagus untuk aglo, hanya saja stoknya semakin menipis. Pada saat itu semangat saya merawat aglo semakin menggebu-gebu, hanya saja saya terkendala pada media karena kurangnya buah coklat.

Akhirnya suatu waktu saya melihat buah enau berjatuhan dipinggir kebun dan sudah kehitam-hitaman, lalu saya dekati dan mengamatinya. Tiba-tiba terlintas dipikiran untuk mencobanya sebagai media tanam aglo.

Widaryani Abdullah

Sayapun mencobanya secara diam-diam tanpa mempublikasikan karena baru tahap uji coba. Caranya saya campur langsung buah enau dengan sekam mentah, tentunya dengan perbandingan menyesuaikan kondisi setempat maksudnya beda campuran yang kena air hujan dengan yang tidak. Alhamdulillah saat menggunakan media buah enau aglonema saya pun tumbuh subur dan rajin beranak tanpa kenal KB dan pastinya juga dengan beberapa faktor pendukung lainnya diantaranya…

  1. Pemilihan media yg tepat
  2. Pubang pot
  3. Sinar matahari
  4. Udara
  5. Nutrisi

Demikian yang sempat diturturkan Widaryani sang kolektor bunga dan inovator media tanam fermentasi enau. Semoga menjadi inspirasi bagi pencinta tanaman hias khususnya aglonema.

(Visited 143 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Rosmawati

Saya Rosmawati — bekerja di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, mengajar di Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara, dan aktif di komunitas Bengkel Narasi serta Pena Anak Indonesia (PAI). Tiga peran itu berjalan bersamaan, dan saya menjalaninya dengan sadar. Di perpustakaan, saya dekat dengan buku dan dengan orang-orang yang datang mencari sesuatu — entah itu pengetahuan, ketenangan, atau sekadar tempat duduk yang tenang. Di ruang kuliah, saya belajar lagi setiap kali mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tak pernah saya duga. Di komunitas, saya menemukan alasan yang paling sederhana mengapa literasi itu penting: karena ada anak-anak yang ingin bercerita, tapi belum punya kata-katanya. Saya menulis di Bengkel Narasi. Kadang soal hal-hal besar, kadang soal yang kecil saja — tapi selalu dari apa yang sungguh saya lihat dan rasakan. Kalau Anda ingin mengobrol soal literasi, pendidikan, atau dunia menulis — mari. 📍 Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara ✍️ bengkelnarasi.com 📚 Perpustakaan Daerah Kab. Kolaka Utara 🎓 Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.