Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono.

Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih.

wikipedia
Credit pic: google

SARAPAN PAGI Bersama Cerita Pendek 3 Paragraf

Setelah di group admin memposting ada category baru di web Bengkel Narasi, yang pertama ku lakukan mengoogling tentang PENTIGRAF dan penasaran itu terjawab setelah semua tentang pentigraf saya baca.

Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya Sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh Sastrawan dan akademisi dari UNESA, Dr. Tengsoe Tjahjono.

Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih. Namun demikian, pentigraf haruslah memiliki tokoh, alur cerita, dan konflik yang kuat.

Untuk itulah, mengapa dalam menuliskan pentigraf harus memperhatikan pemilihan diksi untuk menciptakan kalimat yang efektif.di sunting, “Pentigraf Mulai Memiliki Penggemar”Republika.( Diakses tanggal 23 Juni 2019).

Sebagai karya sastra, pentigraf masuk dalam kelompok cerita mini, yaitu cerita pendek yang pendek. Dalam cerita mini dikenal pula istilah flash fiction, cerita pendek yang sangat singkat.

Meskipun tidak ada batasan pasti, flash fiction rata-rata memuat 250 hingga 1000 kata. Cerita mini yang lebih dari 1000 kata juga ada.

Namun, alih-alih dibatasi jumlah kata, pentigraf lebih dibatasi pada jumlah paragraf (alinea). Seperti kepanjangan dari akronimnya, karya pentigraf harus terdiri atas tiga paragraf-tidak kurang, tidak lebih.

Menyitir tulisan Tengsoe dalam artikel “Belantara Tema di Ruang Sempit” dalam blog ibeoktaviano.blogspot.com.
Dalam tulisan saya di Bengkel Narasi ini sengaja saya narasikan agar pembaca dapat menikmatinya tanpa harus mengoogling lagi. Dengan maksud untuk saling memberi pencerahan bagiku salah satu tujuan Pentigraf Setidaknya sebagai sarana pembelajaran untuk mengasah diri dalam menuangkan gagasan menjadi sebuah prosa fiksi.

Sembari menunggu datangnya angkutan umum atau saat menempuh perjalanan panjang yang membosankan, menulis pentigraf dapat dijadikan aktivitas literasi yang mengasyikkan sekaligus bermanfaat. Yah bumbu sarapan pagi selamat menikmati weekendnya sembari membaca karya pentigraf ku yang perdana.

HIKMAH COVID 19

Hal yang paling indah untuk dilaksanakan saat perut keroncongan, adalah segera makan di warung langganan, Rony
Makan di warung mie langganannya bersama Diana pasangannya, sekarang rasanya beda banget, gak seenak dulu ? Celetuk Rony setelah selesai makan bersama Diana di salah satu  tempat kuliner di Kota Makassar.


Sambil duduk di warung langanannya rony mencoba mengenang awal mula senang makan di warung langganan ini.
Rony: “Mas, rasa mie gak seenak dulu. Tukang bikin nya ganti orang ya?”
Mas Toto : “Gak, masih saya.”
Rony: “Resep mie atau bumbunya di ganti yah?”
Mas Toto : “Gak, masih sama kaya dulu.”
Rony: “Terus apa yg bikin beda ya?”
Mas Toto : “Sekarang saya rajin cuci tangan sejak covid 19..”

Jadi sejak dulu yang bikin enak itu yah, Rony agak malu dan menatap Diana yang senyum senyum mengejek, akhirnya meledak juga ketawanya Rony, salah satu hikmah pandemi ini , perubahan perilaku, jangan lupa bahagia dan jaga imun karena covid masih bersama dalam keseharian kita
🤭🤭🤭🤭


Proses cerpen 3 pragraf ini, gampang gampang susah buktinya hampir satu minggu baru bisa posting, yah itulah proses tetap konsisten One day one note, pelan tapi pasti setelah terbiasa dan terasah boleh jadi kelak setiap penulis di komunitas BN, dapat menghasilkan pentigraf yang bagus dan enak dibaca. Itu harapan ku untuk berbagi di hari ahad .

Sementara bagi pembaca, terutama pembaca yang super sibuk yang cenderung ingin cepat menuntaskan suatu bacaan, pentigraf menjadi alternatif sajian yang pas. Satu judul pentigraf umumnya akan selesai dibaca dalam tempo paling lama 2-3 menit.

Praktis lewat gadget di suasana antrian panjang pentigraf sangat pas, tidak bikin penasaran tuntas ringkas dan padat. Sebuah alternatif yang perlu di coba, saya ibaratkan pentigraf permen atau cemilan yang di butuhkan saat boring, membaca pentigraf bisa menjadi selingan yang mengasyikkan sekaligus mencerahkan.


Komp.Unhas Antang Makassar, 06_06_2021
#sudirmanmuhammadiyah
#mentor BN

(Visited 88 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Sudirman Muhammadiyah

Dr. Sudirman, S. Pd., M. Si. Dosen|Peneliti|Penulis| penggiat media sosial| HARTA|TAHTA|BUKU|

2 thoughts on “Sarapan Pagi bersama Pentigraf pertamaku di Bengkel Narasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.