Aku duduk sambil memandangi segelas kopi yang mulai dingin. Aku pikir aku akan menang. Ternyata aku salah. Mengedepankan ego hanya membuat kita saling menyakiti. Ah, mengapa bahasamu kasar?

Bestie, kita sudah mempelajarinya sejak masa kanak-kanak. Namun, hingga usia kita saat ini, kita masih belum menyadari kata-kata “ajaib” yang mengandung banyak makna. Kata-kata yang memiliki kemampuan kuat untuk menciptakan interaksi positif. Ayolah Bestie, apakah harus aku yang mulai duluan?

“Tolong, terima kasih, dan maaf” adalah tiga kata “ajaib” untuk hidup kita yang lebih baik. Sungguh kata-kata sederhana yang jauh lebih mudah diucapkan daripada dipraktikkan. Namun, di dalamnya mengandung kekuatan besar: kekuatan melindungi cinta, meskipun seribu kesulitan dan cobaan. Sebaliknya, ketika kurang diucapkan dan dipraktikkan, cinta akan retak perlahan, bahkan bisa runtuh.

Kata “tolong” mengungkapkan rasa hormat dan pertimbangan bagi mereka yang berinteraksi, termasuk bagi kita. Kata ini mengubah perintah menjadi permintaan. Kata ini mengatur nada untuk apa pun yang mengikuti dan merupakan salah satu perilaku universal yang paling penting.

Kata “tolong” membantu kita masuk ke dalam kehidupan orang lain. Bahkan, ketika orang itu menjadi bagian dari hidup kita, seperti aku dan kamu, akan sangat membantu kelembutan sikap, memperbarui kepercayaan, dan rasa hormat. Cinta semakin mendalam dan penuh rasa hormat terhadap pasangan. Bahkan, membuatku sanggup menunggumu membuka pintu hati. Ingat, kan?

Kebanyakan orang tahu untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas hadiah, bantuan, penghargaan, dan sejenisnya. Namun, terkadang kita gagal untuk mengenali dan menunjukkan penghargaan atas kesopanan sehari-hari yang kita terima, seperti ketika kau menahan pintu atau membiarkanku mengantre lebih dulu. Mengucapkan terima kasih atas layanan kecil ini adalah ciri kesopanan.

Kata “terima kasih” adalah kesopanan, bukan tanda kelemahan. Kata ini mendidik rasa syukur dan pengakuan: martabat pribadi dan keadilan sosial. Jika pendekatan ini diabaikan dalam kehidupan dan cinta, maka akan hilang juga dari kehidupan sosial.

Ketika seseorang berkata “terima kasih”, respons terbaiknya adalah “terima kasih kembali.” Jangan malu, terima pujian atas kebaikan kita. Menerima ucapan terima kasih dengan murah hati akan mendorong kita memiliki kebiasaan berterima kasih.

Kata “maaf” mengembalikan apa yang telah dihapus: rasa hormat, ketulusan, dan cinta. Kata ini membuat seseorang layak untuk dimaafkan, termasuk aku dan kamu. Ingat, jika kita tidak mampu untuk meminta maaf, itu berarti kita juga tidak mampu untuk memaafkan.

Banyak perasaan terluka dan banyak luka dalam cinta dan keluarga dimulai dengan hilangnya kata berharga ini. Dalam cinta kita juga banyak argumen, tetapi jangan biarkan hari berakhir tanpa berdamai. Untuk ini, kata maaf sudah lebih dari cukup.

Membuat dan menerima permintaan maaf dengan tulus adalah tindakan sopan santun dan kedewasaan, penting untuk masalah besar maupun kecil. “Saya minta maaf” juga merupakan salah satu cara paling sederhana dan paling baik untuk mengungkapkan simpati atau penyesalan.

Kehilangan pekerjaan, penyakit, kematian dalam keluarga, atau kehilangan hewan peliharaan adalah saat-saat ketika kita mungkin meminta maaf. Pada saat-saat ini, buatlah tetap sederhana. Kita tidak perlu menguraikannya jika kita tidak yakin harus berkata apa lagi.

Tiga kata “ajaib” untuk cinta dan keluarga ini memang sederhana, bahkan terkesan sepele. Tidak heran jika banyak orang mengabaikannya.

Bestie, mari kembalikan ketiga kata “ajaib” ini ke tempat di mana seharusnya berada: di hati kita, di rumah kita, dan di masyarakat kita.

Bestie, terima kasih sudah bertahan. Maafkan aku. Tolong bantu aku untuk menjadi lebih baik.

Ah, ternyata aku belum mengaduk kopi susu ini. []

(Visited 178 times, 1 visits today)
Avatar photo

By Abah Iyan

Sosiopreneur, Writerpreneur & Book Publisher

One thought on “Tiga Kata “Ajaib””
  1. Woow the best words….tiga kata ajaib ini sering kali kita abaikan…orang yg baik hati saja yg sering melakukannya setiap saat dan setiap hari….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.