Oleh: Burhanuddin Tandi

Seperti biasa kubuka sosmed, dan kok tiba-tiba gambar ini yang muncul. Tidak tahu ini siapa dan dari mana. Namun, ketika membaca kalimat tersebut, tiba-tiba ada rasa yang lain dari dalam diri ini. Olehnya itu, izinkanlah aku meluapkan unek-unek ku malam ini.

Sejak 5 tahun terakhir, kondisi karakter siswa semakin lama semakin memprihatinkan. Saya tidak mengetahui akar permasalahannya. Saya juga tidak mau kita saling menyalahkan. Namun, dari lubuk hati yang paling dalam, saya masih berharap ada keajaiban agar semua kondisi kembali membaik.

Kembali ke kalimat di atas. Menurut saya, ketika semua berpikir bahwa rambut dan sepatu tidak mengganggu pelajaran, berarti pikiran anda terlalu sempit. Mari kita sama-sama membuka wawasan kita. Aturan yang dibuat di sekolah tujuannya adalah untuk membiasakan siswa hidup dan bertingkah laku dalam suatu aturan dan norma. Ketika mereka terbiasa untuk taat terhadap aturan, maka pada saat terjun ke masyarakat, mereka sudah terbiasa hidup taat terhadap aturan. 

Lihat saja kondisi sekarang. Banyak sekali warga yang tidak taat akan aturan, bahkan sudah terang-terangan salah masih saja melawan. Bisa anda bayangkan jika semua orang tidak mau diatur dan akan hidup semaunya tanpa ada aturan. Bayangkan lebih dalam.

Masih mau berpikir kalau sepatu dan rambut tidak mengganggu pelajaran? Kalau jawabannya masih mau, itu tandanya kita semua sudah diambang kehancuran.

Mari bersama-sama membangun karakter anak kita sebagai generasi penerus. Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan. Jangan hanya melimpahkan pada segelintir orang saja. Kepada guru, atau kepada pemerintah saja, tapi saya berharap kita semua bersinergi membangun karakter anak-anak kita.

Watansoppeng, 27 Agustus 2022

(Visited 678 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.