*Pusvitasari

Kesedihan yang datang, luka menghampiri, lara mendekat, derita memeluk, ketidakberdayaan menghiasi hari, sesunguhhnya adalah ujian yang harus dijalani. Pilihan hanya dua, ingin lulus atau jatuh rontok ke bumi.

Pilihan cuma dua, jawabannya pun cuma dua. Kalau ingin lulus, harus kuat, sabar, usaha, ikhtiar, doa dan tawaqal. Kalau memilih gagal, lemahkan dirimu dan abaikan kemampuannya untuk bangkit. Karena menurut keyakinanku tidak ada hamba yang diciptakan sia-sia. Semua lengkap dengan potensi diri masing-masing. Tinggal bagaimana kita mengelola dan memaksimalkan potensi itu.

Karena itu, jangan pernah menyerah dengan rasa sakit yang bertubi-tubi, sekalipun kaki terasa tidak mampu berpijak lagi. Yakinlah bahwa itu pertanda Tuhan masih sayang kepada kita, hingga terpilih menjadi orang yang kuat.

Orang yang sabar dan tegar dalam menghadapi semuanya, baik itu suka, duka, luka, lara, kecewa, dan mampu melewati itu semua, suatu saat nanti bahagia itu akan datang memeluknya.

Jadi dalam kondisi apa pun, jangan pernah jenuh memupuk kesabaran, ikhlas, tetap berdoa, dan mensyukuri atas apa yang telah dimiliki saat ini. Berdamailah dengan hati dan diri sendiri, perlahan luka hati akan sembuh seiring berlalunya sang waktu.

*Penggiat literasi menulis Minangkabau

(Visited 60 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.