Namanya Ibu Kasem. Umur sudah tidak lagi muda, sudah menjadi seorang nenek dan sudah memiliki dua orang cucu. Saat ini, beliau masih tercatat sebagai mahasiswa di universitas kehidupan, Hong Kong. Sudah lama menimba ilmu di Hong Kong, tetapi belum juga memperoleh sertifikat kelulusan.
Ibu Kasem, sosok perempuan tangguh pejuang keluarga sekaligus pahlawan devisa. Menginjakkan kaki di Hong Kong sudah lebih dari 20 tahun yang lalu. Dari anak-anaknya masih duduk di bangku PAUD hingga anak-anaknya sudah dewasa, menjadi sarjana, dan mempunyai pekerjaan. Luar biasa!
Sedih, senang, bahagia? Jelas! Manis, asam, asin dan pahitnya kehidupan di Hong Kong sudah beliau rasakan. Tujuannya tidak muluk-muluk, hanya ingin membahagiakan keluarga, mencukupi kebutuhan hidup keluarga, dan yang paling penting adalah bagaimana caranya agar kedua anak perempuannya mendapatkan pendidikan yang layak, lebih baik dari dirinya yang hanya lulusan SD.
Tidak ada pekerjaan yang tidak melelahkan. Semua pekerjaan pasti melelahkan, bergantung bagaimana setiap orang menyikapinya. Hari libur sejatinya hari yang paling ditunggu untuk melepas penat dan lelah setelah disibukkan dengan seabrek pekerjaan. Berbagai cara dilakukan untuk sekadar mengendorkan otot-otot yang kaku. Duduk di taman, berbincang ringan dengan teman, atau bisa juga makan sambil menikmati pemandangan gedung-gedung bertingkat, melihat bagaimana hiruk-pikuknya kota megapolitan.
Tetapi, menggalang dana adalah kegiatan yang menjadi pilihan nenek dua orang cucu ini. Sambil menenteng tas kain berisi selembar brosur, beliau berjalan menyusuri setiap sudut, melangkah menuju tempat dimana para pekerja migran indonesia biasa menghabiskan waktu libur mereka.
“Entahlah, saya hanya merasa senang saja dengan kegiatan ini. Lelah? pasti. Tetapi hati ini terasa bahagia, senang bisa membantu mereka yang membutuhkan, merasa ada kepuasan tersendiri!”
“Tidak seberapa sih, ini hanyalah hal kecil. Saya hanya sebagai jembatan saja bagi mereka.”
“Saya bukan orang berada, bukan pula orang kaya. Hanya ini yang bisa saya lakukan. Meskipun sederhana, insya Allah saya lakukan semata-mata hanya mengharapkan rida Allah semata.”
Itulah beberapa kalimat yang terlontar dari beliau ketika ditanya alasan mengapa begitu semangat menggalang dana. Penggalangan dana ini murni dari kemauan sendiri dan tidak terikat pada organisasi manapun, baik itu di Hong Kong ataupun di Indonesia. Tetapi beliau bekerja sama dengan pengurus masjid di kampung halamannya yang dipercaya untuk mengelola dana yang terkumpul dari para donatur di Hong Kong.
Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Target mereka adalah membantu pembangunan atau perenovasian masjid, santunan kepada para guru ngaji, lansia, duafa, anak-anak yatim, dan bantuan peralatan sekolah untuk anak-anak yang kurang mampu seperti tas dan alat-alat tulis.
Baru-baru ini juga ada target lain selain yang disebutkan di atas, yaitu tebar rebana. Selain memberikan kegiatan yang positif, tebar rebana ini juga bertujuan agar lantunan selawat terhadap junjungan kita Nabi Muhammad saw terus menggema dengan indah, mengisi setiap relung hati yang terasa kosong.
Tidak hanya berhenti di satu tempat atau daerah saja, belum lama ini sejumlah relawan juga berkesempatan untuk menyalurkan bantuan dana pembangunan masjid di daerah Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta.
















“Saya tahu bagaimana rasanya tidak punya apa-apa, dari kecil saya sudah merasakan hidup susah, hidup sengsara, dari kecil saya sudah terbiasa bekerja keras. Semoga dengan ini bisa menjadi jalan agar hisab di akhirat kelak menjadi lebih ringan, aamiin. Dan saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan pihak-pihak terkait yang sudah bersedia menitipkan amanahnya kepada saya. Saya juga ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para relawan yang sudah bersedia meluangkan waktunya demi kelancaran kegiatan sosial ini.”
“Insya Allah amanah yang kalian titipankan kepada kami tepat sasaran. Dan hanya Allah Swt yang pantas memberikan balasan. Semoga para donatur dan relawan kemanusiaan ini senantiasa diberi kesehatan, kelancaran rezeki, dan dimudahkan dalam berbagai hal, aamiin,” tutupnya. []
