Oleh: Devinarti Seixas
Aku diizinkan kerja di kantor itu karena mendapatkan fasilitas tempat meskipun tanpa gaji. Kebanggaan luar biasa bagiku sejak awal. Waktu terus berjalan dan aku sudah dua tahun mengabdi di kantor itu.
Suatu ketika pada musim hujan. Aku yang kebiasaan takut pada suara petir yang menyambar. Sore itu aku mau pulang karena hujan begitu lebat dan banjir di mana-mana akhirnya aku turun dari lantai 2 BRI ( Bank Rakyat Indonesia). Ketika aku hendak keluar dari ruangan menujuh jalan raya umum yang terjadi malahan suara petir yang begitu keras. Aku takut jadi aku kembali duduk di ruang lobi sebentar.
Tiba-tiba ada seorang yang datang menghampiriku dan menyapa aku dengan senyum yang menawan.
Belum pulang ya tanya pria itu. Maaf aku takut suara petir jadi tunggu hingga hujan berhenti aku akan segera pulang.
Oh ya bisa kenalan ? Pinta pria tersebut sambil duduk di ruang lobi. Oh ya aku Art dan anda ? Oh aku Ano jawabnya lagi.
Kenapa takut petir kata Ano ! Hmmm sulit aku jelasin karena sesudah sejak lahiriah jawab aku.
Oh gitu ya kata Ano. Yaap jawab aku santai. Hari itu pria tersebut langsung meminta no WA aku.Tanpa berpikir panjang aku langsung mendikte no aku kepada pria tersebut.
Thanks ya sambil ia pun memberikan no WAnya. Karena di luar hujan makin deras akhirnya aku masih duduk di sebelah pria tersebut.Ada seorang repsionis di BRI (Bank Rakyat Indonesia) pun belum pulang.
Pria itu makin mendekati aku sambil berkata Art kamu udah lama di kantor ini tapi kok jual mahal bangat kata Pria tersebut dalam nada suara agak menyindir.
Ah aku biasa saja sejak lahir hingga detik ini kok teman jawab aku.
Yang aku tahu kamu wanita sombong selama ini. Buktinya apa jawab aku. Ya ngak pernah menyapa aku apalagi duduk di lobi ini.
Sorry Mungkin itu penilaian kamu maaf jawab aku langsung keluar dari kantor dan pulang ke rumah karena hujan mulai redah.
Tiba di rumah aku sedang duduk sambil baca novel. Ketika menjelang malam aku mau tidur yang terjadi bukan tidur tapi aku jutru mencek pesan WA.
Hi apa kabar kata pria tadi di ruangan Lobi BRI.
Aku kabar baik….maaf baru balas karena aku agak sibuk jawab aku.
Tidak apa-apa asalkan sudah bisa balas chat aku jawab pria tersebut .
Oh ya Art bisa aku ungkapin sesuatu tidak ? Tanya pria tersebut .
Tentang apa ! Jawab aku.
Maaf aku mau jujur sama kamu Art jika sejak kehadiran kamu di kantor sangat menggangu bahkan menggoda aku Art.
Lho kok gitu, menyapa anda saja tidak ! Bagaimana aku bisa menggoda ujar aku.
Jujur Art aku menyukai kamu sejak hari pertama kehadiran kamu di kantor BRI ini Art katanya lagi.
Jangan chat sembarangan karena aku hanya anggap anda sebagai seorang teman seperti teman yang lainnya.
Aku jujur dari hati yang paling dalam Art setiap gerak gerik mu selalu mencuri perhatian banyak cowok di kantor ini khususnya aku Art.
Diam jangan lanjut lagi chat katak gini atau aku blok kamu kataku.
Blok saja lagian dari dunia nyata kamu tidak akan bisa menghindari aku Art.
Lho kamu kenapa gila atau baru trening mau gila ? Tanya aku dengan rangkaian kata agak jengkel.
Bisa bilang gila karena kamu. Art aku bukan pria pecundang tapi aku pria paling jujur dan aku suka sama kamu sejak kau hadir dan mengabdi di kantor ini.
Tapi tidak boleh jawab aku tegas.
Kenapa ? Tanya Ano.
Jujur ya aku bukan wanita bodoh yang mudah jatuh cinta karena aku mengabdi di kantor ini dengan tujuan untuk mendapatkan pengalaman baru Jadi Jangan mencoba untuk merayu aku.
Lihat saja nanti karena aku juga bukan munafik tapi aku sedang menyampaikan apa yang tengah aku rasakan selama kamu hadir di kantor BRI ( Bank Rakyat Indonesia). Art aku tahu kita bagai bumi dan langit ketika kita memandang dari segi status pekerjaan karena aku hanya seorang supir CEO BRI ( Bank Rakyat Indonesia).
Please stop jangan bahas persoalan itu karena bagi aku semua manusia itu sama hanya skill saja yang membedakan kita jadi jangan merendahkan diri kamu sendiri jawab aku.
Terus Berjuang sejak hari pertama ia melihat aku di kantor itu. Setiap aku masuk atau keluar kantor ia selalu duduk di ruangan lobi dan menatap aku dengan tatapan yang begitu berarti. Aku harus bagaimana menjawabnya pikir aku dalam hati.
Art jika semua manusia itu sama mengapa kamu tidak mencoba membuka sedikit pintu hati kamu agar bisa mengenal aku secara dekat Art.
Bukan aku tidak mau karena status pekerjaan hanya jika kamu benaran menyukai aku serahkan pada Tuhan dan waktu yang menjawab ujar aku.
Okey Art aku percaya jika suatu hari kita bakalan bersama jawab Ano.
Ingat saat kamu mencoba berjalan ke arah aku, sampai melangkahkan kaki melalui anak tangga secara diam – diam aku selalu saja mantap kamu penuh dengan perjuangan tapi aku melihat kamu tidak pernah merespon perasaan aku jawab Ano.
Okey serahkan saja pada waktu jika nama kamu terterah dalam takdir aku maka aku pasti akan bersama kamu meskipun hanya satu detik jadi santai saja karena bagiku semua kaum pria itu sama.
Aku bedah jawab Ano. Hmmm bedah apanya coba jelaskan !
Aku selalu memikirkan kamu Ar, selalu berharap bisa bertemu bahkan akrab dengan kamu bahkan lebih itu terlintas di alam obsesi aku ketika aku melihat style kamu Art.
Maaf Ano karena aku tidak tahu jika selama ini ada pria yang diam -diam mengidamkan aku di antara ribuan pria yang tengah berjuang untuk mendekati aku Ano jawab aku.
Waktu terus berjalan Ano selalu berjuang demi aku.
Akhirnya masa pengabdian aku di kantor BRI (Bank Rakyat Indonesia) pun telah usai.
Aku tidak pamitan sama siapapun kecuali para lider BRI saja. Saat pembdian aku usai aku mencarinya tapi tidak melihatnya.
Tiba – tiba aku sampai di rumah Ano langsung chat dan berkata kenapa kamu mundur Art ? Aku bukan mundur’tapi misi aku telah usai sesuai dengan kontrak kerjasama jawab aku.
Jadi pihak BRI tidak bisa perpanjang lagi ya ? Tanya pria tersebut. Bukan aku yang tidak ingin lagi melanjutkan karena ada tugas lain yang sedang menantikan aku Ano.
Art sebenarnya ada misteri terbesar di balik suara petir di mana pertama kali aku menyapa kamu di ruangan lobi BRI (Bank Rakyat Indonesia) waktu itu.
Apa misteri itu ? Tanya aku padanya. Aku tengah berjuang untuk mendapatkan kamu seutuhnya meskipun hanya sedetik Art ! Apakah kamu bisa paham ?
Serahkan saja pada Tuhan yang menjawab Ano.
Waktu terus berjalan,suatu hari Ano chat dan berkata,Art aku merasa kesepian datang ke kantor ini karena bayangan kamu selalu terlintas di pikiran aku bersama denga anak tangga yang ada di gedung PBI. Lima tahun kita bersama dan dari kebersamaan itulah aku open jika aku menyukaimu Art.
Thanks atas kejujuran kamu jawab aku.
Hmmm aku ingin kita bertemu meskipun hanya sejenak kata Ano. Okey kapan? Jawab aku dalam bentuk tanda tanya. Kapan saja bisa.
Akhirnya pada hari Sabtu,Ano ingin jalan bareng sama aku jadi aku udah menunggu jauh -jauh sebelum jam yang kami janjikan. Saat Ano tiba aku terkejut melihat style Ano yang begitu top bangat hari itu.
Ia langsung mengajak aku naik ke mobil dan kami beranjak ke satu tempat yang amat indah. Namun di tengah perjalanan aku tidak berhenti menatap Ano sambil memujihnya kok lu bedah banget tidak kayak supir CEO BRI yang aku kenal !
Hahaha aku sudah berjuang lima tahun Art buat kamu.
Terus apa yang ada di pikiran kamu ketika masa perjuangan.
Ingin memilikimu, melewati moment romantis berdua karena aku tahu pasti kamu wanita terbaik.
Hmmmmm bukan wanita terbaik tapi terbalik jawab aku.
Hahaha i love you kata Ano sambil mengecup kening aku.
Jika hari ini adalah takdir Tuhan Ano aku ingin jujur bahwa kamu pria romantis yang menurut aku style lu terbaik.
Ya benar tapi aku hanya seorang supir jawab Ano.
Ingat kamu bukan supir tapi kamu adalah seorang supir CEO BRI ( Bank Rakyat Indonesia) seorang pria sejatih jika kamu tengah berjuang selama itu maka aku akan menjawab bahwa aku telah jatuh Cinta pertama kali pada kamu saat kita di ruangan lobi BRI.
Betapa bahagia Art, thanks akan jawaban kamu.
Ya jangan pernah menilai aku menurut kacamata kamu tapi nilailah aku dengan hatimu bahwa aku salut pada perjuanganmu dan aku bangga Tuhan bisa jadikan kita teman hingga seperti hari ini.
Ano langsung mengecup kening aku dan berkata I Love you Art .
Thanks Ano biar BRI ( Bank Rakyat Indonesia) menjadi saksi bisu atas pertemuan kita di hari pertama hingga perjuanganmu meraih kesuksesan bahwa aku hanya tahu kamu seorang pria.

ternyata di tempat kerja juga banyak godaan setan ya qrdamor filha….namanya juga manusia…mempunyai dua sisi, yaitu sisi malaikat dan sisi iblis…keduanya bersatu dalam diri manusia itu. Jadi kita yg harus pandai2 menenpati diri kita di tempat kerja.
Bagus kalau ada yang jatuh hati padamu, krena masih……
Profisiat pengalamanmu…